4.092 Pekerja Migran Karantina di Asrama Haji Surabaya, 35 Positif Covid-19

Lukman Hakim, Koran SI · Kamis 06 Mei 2021 18:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 06 519 2406741 4-092-pekerja-migran-karantina-di-asrama-haji-surabaya-35-positif-covid-19-S5LHZp09ki.jpg Ilustrasi ruangan karantina. (Foto: PUPR)

SURABAYA - Data Dinas Kesehatan Jawa Timur (Dinkes Jatim) per tanggal 28 April-4 Mei 2021, total Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjalani swab dan serangkaian tes sebanyak 4.197 orang. Dari data yang telah masuk, sebanyak 132 WNI menjalani karantina di hotel, dan 4.092 PMI di Asrama Haji Surabaya.

Baca juga: Tiba di Surabaya, Ribuan PMI Jalani Karantina di Asrama Haji

Setelah menjalani serangkaian tes dan swab, para PMI yang positif tercatat sebanyak 35 orang. Dari jumlah itu, 30 PMI dirujuk ke RS Lapangan, 1 orang dikirim di rumah isolasi dan 3 orang lainnya disolasi di kabupaten/kota, serta 1 orang dirujuk ke rumah sakit. Sebelum adanya karantina per 28  April 2021, tercatat 22 orang yang terkonfirmasi positif.  

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, para PMI yang hendak kembali ke kampung halaman terlebih dulu menjalani karantina di Asrama Haji Surabaya. Mereka juga menjalani tes swab PCR. Jika hasilnya menunjukkan CT di bawah 25 akan dilakukan sequencing sample. 

Baca juga: 40 Ribu Pekerja Migran Indonesia Akan Dipulangkan dari Malaysia

"Sequencingnya nanti akan diberikan kepada Institute of Tropical Disease (ITD) Unair dan di Litbangkes Jakarta. Kenapa disequencing, karena kita sama-sama melakukan langkah antisipasi dan mitigasi terhadap varian Covid-19 baru," kata Khofifah, Kamis (6/5/2021). 

Khofifah juga ingin memastikan kepulangan para PMI ke daerah asal mereka. Dirinya berharap, kepulangan mereka berjalan aman dan terkawal dengan baik. 

"Saudara-saudara kita yang saat ini menjadi tamu karantina ini,  sama-sama  kita memastikan mereka pulang aman dan sehat dan keluarganya juga aman dan  sehat," ujar Khofifah.

Selain itu, Khofifah juga memfasilitasi pelayanan kesehatan khusus bagi para PMI yang memiliki penyakit bawaan seperti stroke dan lainnya. Jika dirawat di RS Pemprov Jatim, maka semua biaya dalam tanggungan Pemprov. 

"Sedangkan kalau memilih untuk pulang ke kabupaten atau kota asal, saya minta Dinkes Provinsi Jatim untuk mengkoordinasikan dengan dinkes kabupaten dan kota terkait, agar pelayanan kesehatan didapatkan secara gratis oleh PMI yang pulang tersebut," imbuhnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini