Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Pangeran Diponegoro dengan Keris Kiai Ageng Bondoyudo yang Ikut Dikubur di Makassar

Doddy Handoko , Jurnalis-Jum'at, 07 Mei 2021 |06:45 WIB
Kisah Pangeran Diponegoro dengan Keris Kiai Ageng Bondoyudo yang Ikut Dikubur di Makassar
Pangeran Diponegoro.(Foto:Dok Okezone)
A
A
A

Pada 11 November 1829, hari ulang tahunnya yang ke-44, ia hampir tertangkap oleh pasukan gerak-cepat ke-11 yang dipimpin oleh Mayor A.V. Michiels di daerah pegunungan Gowong sebelah barat Kedu. Waktu itu, sang Pangeran terpaksa terjun ke jurang dan bersembunyi di balik rumput gelagah tinggi untuk bisa lolos dari pasukan Belanda dari Manado.

Dengan meninggalkan beberapa ekor kuda miliknya, tombak pusaka,(*) dan peti pakaian108 (Van den Broek 1873–77, 24:91; Louw dan De Klerck 1894–1909, V:490–6), Diponegoro, yang walaupun menderita luka di kaki (Nypels 1895:153), memutuskan untuk mengembara di hutan-hutan Bagelen barat.

Hanya kedua punakawannya (pengiring pribadi), Bantengwareng (sekitar 1808–1858) dan Roto, yang mendampingi dia dalam seluruh pengembaraan itu (Louw dan De Klerck 1894– 1909, V:423; Carey 1974a:25).

Pengembaraan ini, yang pada awalnya membawa Diponegoro ke kawasan Remo yang terpencil antara Bagelen dan Banyumas, terus berlanjut hingga 9 Februari 1830 ketika perundingan-perundingan langsungnya yang pertama mulai dengan Kolonel Jan Baptist Cleerens (1785–1850).

(Sazili Mustofa)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement