Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

WHO Setujui Vaksin Covid-19 Sinopharm dari China, Bagaimana dengan Sinovac?

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Minggu, 09 Mei 2021 |08:14 WIB
WHO Setujui Vaksin Covid-19 Sinopharm dari China, Bagaimana dengan Sinovac?
Vaksin Sinopharm. (Foto : Reuters)
A
A
A

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) memberikan persetujuan darurat bagi vaksin Covid-19 Sinopharm buatan perusahaan pemerintah China.

Ini kali pertama vaksin produksi negara non-Barat yang mendapat persetujuan WHO.

Vaksin ini sudah diberikan kepada jutaan orang di China dan tempat-tempat lain.

WHO sebelumnya hanya menyetujui vaksin buatan Pfizer, AstraZeneca, Johnson & Johnson dan Moderna.

Namun pihak regulator sejumlah negara - terutama di Afrika, Amerika Latin dan Asia - telah lebih dulu menyetujui vaksin-vaksin buatan China untuk penggunaan darurat.

Dengan sedikitnya data yang dirilis secara internasional sejak awal, efektivitas vaksin-vaksin asal China belum langsung dipastikan.

Namun WHO pada Jumat (7/5) menyatakan bahwa pihaknya telah mengesahkan "keamanan, kemanjuran, dan kualitas" vaksin Sinopharm.

Bagi WHO, penambahan vaksin itu "berpotensi mempercepat akses vaksin Covid-19 bagi negara-negara yang berupaya melindungi para tenaga kesehatan dan populasi yang berisiko"

Organisasi Kesehatan Dunia itu merekomendasikan vaksin tersebut diberikan dalam dua dosis kepada orang berusia 18 tahun ke atas.

Keputusan atas vaksin China lainnya, yaitu Sinovac, akan muncul beberapa hari mendatang, sementara vaksin Sputnik buatan Rusia masih dalam penilaian.

Mengapa dukungan WHO ini penting?

Lampu hijau dari organisasi itu merupakan panduan bagi pihak regulator di mancanegara untuk memastikan vaksin yang dimaksud aman dan efektif.

Direktur-Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan bahwa pihaknya akan mempercayakan negara-negara "untuk mempercepat persetujuan yang telah mereka buat."

Ini juga berarti bahwa vaksin itu bisa digunakan dalam program global, Covax, yang didirikan tahun lalu untuk menjamin akses vaksin yang berkeadilan di kalangan negara-negara maju dan miskin.

Keputusan untuk memasukkan vaksin China itu dalam daftar penggunaan darurat diharapkan memberi percepatan yang signifikan atas skema Covax, yang selama ini kesulitan dengan masalah pasokan.

Sebelum dapat persetujuan dari WHO, vaksin Sinopharm sudah dipakai secara luas, yaitu sekitar 65 juta dosis, menurut sejumlah laporan.

Selain China, Uni Emirat Arab, Pakistan, dan Hungaria adalah negara-negara lain yang sudah memakai Sinopharm.

Keputusan menyetujui Sinopharm bagi penggunaan darurat itu dikeluarkan oleh kelompok penasihat teknis WHO, yang mengkaji data klinis terbaru dan praktik pembuatan vaksinnya.

Baca Juga : Terindikasi Mudik, 70 Ribu Kendaraan Diputar Balik

Dikatakan tingkat kemanjuran vaksin untuk kasus Covid-19 yang bergejala dan rawat inap diperkirakan 79%.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement