WHO Setujui Vaksin Covid-19 Sinopharm dari China, Bagaimana dengan Sinovac?

Agregasi BBC Indonesia, · Minggu 09 Mei 2021 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 09 18 2407901 who-setujui-vaksin-covid-19-sinopharm-dari-china-bagaimana-dengan-sinovac-uKJ7qESTTb.jpg Vaksin Sinopharm. (Foto : Reuters)

WHO mencatat bahwa sedikit orang dewasa di atas usia 60 tahun yang dilibatkan dalam uji klinis, sehingga tingkat efikasinya belum dapat dipastikan untuk kelompok usia tersebut.

Tetapi WHO menyebut tidak ada alasan untuk mengira bahwa vaksin itu akan memiliki efek berbeda bagi penerima yang berusia lanjut.

Sampai berita ini diturunkan WHO belum memberi putusan atas vaksin asal China lainnya, Sinovac. Para pakar Jumat lalu mengaku masih menunggu informasi tambahan sebelum memberi rekomendasi.

Namun jutaan dosis vaksin Sinovac sudah dikirim ke sejumlah negara dan mendapat izin penggunaan darurat oleh pihak berwenang setempat.

Salah satu kelebihan vaksin-vaksin asal China itu adalah mereka bisa disimpan di lemari pendingin dengan suhu 2-8 derajat celcius, seperti vaksin AstraZeneca.

Menurut WHO, penyimpanan yang mudah itu membuat vaksin Sinopharm "sangat cocok di lingkungan dengan sumber yang terbatas."

Bagaimana cara kerja vaksin asal China?

Dua vaksin asal China itu berbeda dengan yang lain, terutama Pfizer dan Moderna.

Dikembangkan dengan cara yang lebih tradisional, suntikan itu menggunakan virus yang tidak aktif, yang berarti menggunakan partikel virus yang dimatikan untuk mengekspos sistem kekebalan tubuh tanpa mengambil risiko respons penyakit yang serius.

Sebagai perbandingan, BioNtech/Pfizer dan Moderna merupakan tipe vaksin mRNA. Ini berarti bagian dari kode genetik virus corona disuntikkan ke tubuh, melatih sistem kekebalan untuk meresponsnya.

Sedangkan AstraZeneca asal Inggris merupakan tipe vaksin yang berbeda, yaitu versi virus flu biasa dari simpanse dimodifikasi untuk mengandung materi genetik yang sama dengan virus corona. Setelah disuntikkan, vaksin itu mengajarkan sistem kekebalan tubuh bagaimana melawan virus yang sebenarnya.

BioNTech/Pfizer and Moderna memiliki tingkat efikasi sekitar 90% atau lebih, sedangkan AstraZeneca sekitar 76%.

Baca Juga : Ampuhkah Vaksin Sinovac dan AstraZeneca Lawan Varian Baru Covid-19?

April lalu, seorang pejabat pengendalian penyakit di China sempat mengatakan tingkat efikasi vaksin buatan negaranya rendah, walau akhirnya dia mengatakan bahwa komentarnya itu disalahrtikan.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini