Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ngabalin Sebut Busyro Muqaddas Berotak Sungsang, Fokal IMM: Ucapannya Niretika

krjogja.com , Jurnalis-Jum'at, 14 Mei 2021 |13:45 WIB
Ngabalin Sebut Busyro Muqaddas Berotak Sungsang, Fokal IMM: Ucapannya Niretika
Ali Mochtar Ngabalin (Foto: Okezone)
A
A
A

YOGYAKARTA – Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqaddas turut bersuara mengenai 75 orang pegawai KPK yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan berkomentar, terutama berkaitan indikator TWK.

Menurut Busyro, TWK cenderung absurd dan tidak mencerminkan alinea 4 Pembukaan UUD 1945 sehingga menurut dia, perintah pengunduran diri secara paksa pada 75 pegawai KPK itu dianggap tidak memiliki legitimasi moral, akademik dan juga metodologi.

Pernyataan tersebut lantas ditimpali oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepersidenan (TAU KSP), Ali Mokhtar Ngabalin melalui sosial media Twitter. Ali Ngabalin bercuit:

“Otak-otak sungsang seperti Busyro Muqoddas ini merugikan Persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah dan pendidikan ummat yang kuat dan berwibawa kenapa harus tercemar oleh manusia prejudice seperti ini,” tulis akun @AliNgabalinNew (13/5/2021).

Pernyataan Ngabalin lagi-lagi menuai reaksi dari Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) DIY. Koordinator Fokal IMM DIY, Saleh Tjan Masduki, mengatakan pihaknya menyesalkan statement Ali Ngabalin yang disuarakan lewat akun Twitter pribadinya.

“Kami menyesalkan isi statement/twit Ali Muchtar Ngabalin yang mengolok Ketua PP Muhammadiyah, Ayahanda M. Busyro Muqaddas, baik kapasitasnya sebagai pribadi ataupun Jabatan yang melekat sebagai TAU KSP. Ucapan Ngabalin tersebut niradab dan niretika," jelasnya, Kamis (14/5/2021).

"Ucapan Saudara Ali Mochtar Ngabalin jelas telah melukai institusi Muhammadiyah umumnya dan khususnya pada M. Busyro Muqaddas. Kapasitas Ayahanda Busyro sebagai Ketua PP Muhamamdiyah dan Eks Pimpinan KPK membuktikan bahwa beliau Expert (ahli) mengenai institusi KPK. Ngabalin tidak memiliki kapasitas membincang KPK, mungkin Ngabalinlah ‘Tong Kosong, Sumbang Suaranya’, sudah tidak ahli, ngelantur ucapannya,” ungkap Saleh Tjan.

Fokal IMM DIY pun dengan tegas meminta Ali Ngabalin untuk meminta maaf secara terbuka pada Muhammadiyah dan Busyro Muqqodas seperti halnya cuitan yang dilayangkan secara terbuka. Tak hanya itu, desakan kepada Kepala KSP untuk mengevaluasi Ali Ngabalin juga disuarakan karena dinilai ucapannya menciderai bangsa.

“Kami mendesak Kepala KSP, untuk mengevaluasi/memberhentikan Ali Muchtar Ngabalin sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepersidenan (TAU KSP) yang ucapannya selalu cendrung memecah belah bangsa dan kontroversi. KSP sebagai lembaga negara yang terhormat, haruslah mencerminkan tutur dan laku yang baik dan elegan. Jangan sampai Ngabalin menjadi benalu di Istana, perannya semakin merusak citra dan nama baik lembaga negara dan juga presiden,” tegas Saleh Tjan lagi.

Sementara di sisi lain, Fokal IMM DIY juga meminta Presiden Joko Widodo mewujudkan janji kampanye untuk memperkuat KPK dalam upaya pemberantasan Korupsi dan penegakkan konstitusi. KPK harus menjadi lembaga negara Independen yang terpercaya dalam mengusut tuntas Korupsi di Indonesia.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement