Periksa 16 Saksi, Polda Jateng Telusuri Asal Petasan yang Meledak Tewaskan 4 Orang di Kebumen

Angga Rosa (Koran Sindo), Koran SI · Jum'at 14 Mei 2021 22:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 14 512 2410311 periksa-16-saksi-polda-jateng-telusuri-asal-petasan-yang-meledak-tewaskan-4-orang-di-kebumen-Hs3iiKZuWE.jpg Foto: Istimewa

KEBUMEN - Polda Jawa Tengah mengambil alih kasus ledakan petasan di Desa Ngabean, Kecamatan Mlirit, Kabupaten Kebume, yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan empat warga lainnya mengalami luka.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa 16 orang saksi dan menelusuri asal bahan peledak yang didapat dari para pembuat petasan itu.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan bahwa dari hasil penyidikan inafis labfor dipastikan bahwa ledakan yang menewaskan empat orang warga tersebut berasal dari bahan-bahan petasan.

"Dari TKP kita terus kembangkan. Sudah kita periksa hampir 16 orang, termasuk kita telusuri dari mana bahan mercon itu berasal," kata Ahmad, Jumat (14/5/2021).

Polres Kebumem sebelumnya telah melaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD) dan mengamankan hampir 4 kwintal bahan petan. Seluruh jajaran Polda Jateng telah memusnahkan 72 ribu potongan bahan petasan.

Baca juga: Musibah Kematian Akibat Petasan, Ketua DPD Imbau Masyarakat Jauhi Aktivitas Berbahaya

"Ini akan kita kembangkan terus untuk jadi pembelajaran bahwa barang siapa yang menyimpan dan menguasai bahan mercon akan dikenai sanksi pidana Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951," tegas Kapolda.

Dari hasil pemeriksaan terhadap seorang pelaku yang saat ini masih di rawat di rumah sakit, didapat keterangan bahwa para pelaku mendapatkan bahan mercon tersebut dari Pati dan dipesan secara online.

Baca juga: Tragedi Ledakan Petasan di Kudus, Polisi Sebut Korban Pesan 2,2 Kg Bahan Peledak

"Penyidik kita sudah berangkat kesana untuk minta keterangan, nanti akan kita akan gambarkan secara utuh perkembangan selanjutnya," terangnya.

Di TKP, polisi menemukan hampir 400 selongsong, namun karena ke-4 pelaku tewas menyulitkan polisi untuk mendapatkan keterangan. "Karena pelaku atau korbanya meninggal semua, jadi kita tidak tahu itu mau dijual atau mau kemana," katanya.

Atas kejadian ini Kapolda Jateng mengimbau pada seluruh warga Jawa Tengah untuk tidak main-main dengan petasan. Sbab bisa menimbulkan kerugian yang tak sedikit bahkan bisa mengancam keselamatan jiwa.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini