Pengelolaan Pupuk Bersubsidi oleh Kementan Dapat Apresiasi

Agustina Wulandari , Okezone · Sabtu 15 Mei 2021 08:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 15 1 2410369 pengelolaan-pupuk-bersubsidi-oleh-kementan-dapat-apresiasi-zGtRGEdpRD.jpg Mentan SYL. (Foto: Dok.Kementerian Pertanian)

SEMARANG - Pengelolaan pupuk bersubsidi yang dilakukan Kementerian Pertanian mendapat apresiasi dari Guru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof. Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti. Menurutnya, pengelolaan pupuk subsidi sudah baik.

Mentan SYL mengatakan, Kementan memberikan perhatian serius terhadap pupuk bersubsidi.

"Lewat pupuk subsidi, kita berupaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Oleh karena itu, kita terus memperbaiki data dan pola distribusi pupuk bersubsidi," katanya, Jumat (14/5/2021).

Baca Juga: 300 Ribu Ton Pupuk Disiapkan untuk Musim Tanam Kedua di Sumsel

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, menjelaskan lebih lanjut mengenai pupuk bersubsidi. Menurutnya, pupuk bersubsidi tidak hanya diharapkan bisa berdampak pada peningkatan produktivitas.

"Tetapi juga meningkatkan produksi pangan dan komoditas pertanian, melindungi petani dari gejolak harga pupuk, mendorong penerapan pemupukan berimbang, juga memberikan jaminan ketersediaan pupuk," katanya.

Sedangkan Prof. Sucihatiningsih, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pengelolaan pupuk bersubsidi yang dilakukan Kementerian Pertanian selama ini sudah berjalan baik.

“Kita patut untuk memberikan apresiasi kepada pemerintah yang telah berusaha untuk mewujudkan ketersediaan pupuk yang berkualitas bagi petani,” katanya.

Prof. Sucihatiningsih mengatakan, alokasi kebutuhan pokok dalam pembagian tugas terkait pupuk subsidi yang dilakukan Kementan, mampu tingkatkan produktivitas pertanian.

Berdasarkan hasil kajian Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP), peningkatan subsidi pupuk rata-rata sebesar 14,18% per tahun selama 2005-2016 mampu meningkatkan produktivitas padi nasional rata-rata sebesar 1,31% per tahun.

“Kementerian Pertanian sebagai instansi yang paling dekat dengan petani tentu memiliki peranan penting bagi produktivitas pertanian,” ujarnya.

Oleh karenanya, Kementan perlu memetakan kebutuhan apa saja yang ada di lapangan terutama kebutuhan pokok dalam input produksi pertanian.

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini