Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kerumunan saat Libur Lebaran, Epidemiolog Sebut Kasus Covid-19 di Indonesia Bisa Sama seperti India

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Senin, 17 Mei 2021 |10:16 WIB
Kerumunan saat Libur Lebaran, Epidemiolog Sebut Kasus Covid-19 di Indonesia Bisa Sama seperti India
Pengunjung menikmati suasana liburan di Pantai Karangsong, Indramayu. (Antara)
A
A
A

JAKARTA - Ledakan kasus positif Covid-19 di Indonesia diperkirakan mencapai 2 kali lipat dari tahun lalu seiring tingginya pergerakan orang saat mudik Lebaran dan membeludaknya pengunjung di sejumlah tempat pariwisata pada akhir pekan lalu. Hal sebagaimana diungkapkan pakar epidemiologi dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman.

Kata dia, kebijakan pemerintah Indonesia yang membuka lokasi wisata "sangat riskan" karena potensi penularan virus corona sangat besar. Sementara pemerintah tidak bisa memastikan pengelola wisata menerapkan strategi keselamatan Covid-19 yang baik di lapangan.

Tapi, Juru bicara Penanganan Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan, kebijakan pemerintah pusat membolehkan tempat pariwisata beroperasi karena tidak ingin ada "penumpukan masyarakat di satu tempat".

Sejumlah tempat pariwisata di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat seperti Taman Impian Jaya Ancol, Batu Karas di Pangandaran, dan Pantai Anyer-Carita, diserbu pengunjung sejak 14-16 Mei.

Dalam video yang beredar di media sosial pelancong terlihat berkerumun tanpa jarak di pinggir pantai dan tidak memakai masker.

Kondisi serupa juga terjadi di Kebun Binatang Bandung Zoologi Garden.

Pada Minggu (16/05), pelancong yang datang mencapai 5.500 orang yang berasal dari Cimahi, Kabupaten Bandung Raya, dan Kota Bandung.

Salah satu pengunjung Ina Setiawati dari Cimahi. Ia memberanikan liburan bersama empat anggota keluarganya karena tak bisa mudik ke kampung halamannya di Garut.

"Liburan ke kebun binatang karena dekat rumah. Terus bisa bawa anak-anak," ujar Ina kepada Yulia Saputra yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Perempuan 31 tahun ini juga mengaku tidak terlalu khawatir tertular virus corona karena protokol kesehatan yang diberlakukan pengelola kebun binatang dianggap cukup ketat yakni harus melakukan pengetesan antigen dan wajib memakai masker.

"Memberanikan diri aja, sudah enggak tahan pengen libur. Tahun kemarin enggak berlibur, baru tahun sekarang aja."

Tedi, warga Bandung, liburan ke kebun binatang bersama istri dan dua anaknya. Berwisata ke sini, katanya, dipilih karena dekat dengan rumah dan karena merasa bosan terus menerus berada di rumah.

"Memang sudah lumayan bosan juga. Mungkin momen juga, sudah kebiasaan bertahun-tahun," imbuh Tedi.

Meski ada ketakutan tertular virus corona, tapi dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat ia buang jauh-jauh kekhawatiran itu.

Baca Juga : Hadapi Lonjakan Kasus Usai Lebaran, Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Cek Kesiapan Wisma Atlet

"Kita tetap gunakan masker. Meski sebetulnya kurang nyaman, panas, pengap. Tapi minimal wajib dipakai dan selalu membawa cairan pembersih tangan, juga menjaga jarak."

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement