18 Jamaah Sholat Tarawih Positif Covid-19, Puluhan Warga Dites Swab Antigen

Avirista Midaada, Okezone · Senin 17 Mei 2021 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 519 2411282 18-jamaah-sholat-tarawih-positif-covid-19-puluhan-warga-dites-swab-antigen-jzpCxXDtFm.jpg Tes swab antigen dilakukan usai 18 jamaah Sholat Tarawih positif Covid-19 (Foto: Okezone.com/Avirista)

MALANG - Pasca ditemukannya 18 warga di Perumahan Bukit dan Permata Hijau Kelurahan Tlogomas Kota Malang terkonfirmasi positif Covid-19 saat Sholat Tarawih, tim Satgas pun bertindak cepat. Sejak Senin pagi (17/5/2021) tim gabungan dari Dinas Kesehatan (Dinkes), kepolisian, TNI, kecamatan, dan kelurahan setempat melakukan tracing dan pengetesan ke puluhan warga yang berkontak erat.

Tampak sejak Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB puluhan warga di empat RT dan dua RW di Perumahan Bukit dan Permata Hijau berdatangan ke Balai RW 9 Kelurahan Tlogomas. Mereka dilakukan tes Covid-19 rapid antigen oleh Dinkes melalui petugas Puskesmas Tlogomas.

Dari hasil tes Covid-19 massal pada Senin pagi diketahui ada tambahan tiga orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Ketiga orang ini merupakan orang yang berkontak erat dengan 18 warga yang sebelumnya telah dinyatakan positif Covid-19 dan tengah menjalani isolasi di sejumlah fasilitas kesehatan milik Pemkot Malang.

Sementara total hingga Senin siang sekitar pukul 11.30 WIB, sudah ada 70-an warga yang menjalani tes rapid antigen massal sebagai langkah testing dari tracing.

Wali Kota Malang Sutiaji menyebut tes massal ini sebagai langkah preventif mengantisipasi adanya penyebaran virus ke orang lain namun tidak terdeteksi karena belum dilakukan pengetesan. Maka pihaknya pun telah berkontak dengan jajaran Kelurahan Tlogomas dan Kecamatan Lowokwaru, untuk melakukan tracing dan testing pada Senin ini.

"Hari ini dilaksanakan testing berdasarkan tracing yang sudah dilakukan itu awalnya hanya 30-an orang, tapi Alhamdulillah ini tambah-tambah semakin bagus, kita tracing kita, tracing kita semakin kuat," beberapa Sutiaji kepada awak media.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Bertambah 4.295, Jawa Barat Kembali Tertinggi

Diharapkannya dengan tracing dan testing yang terus meluas penyebaran Covid-19 di Perumahan Bukit dan Permata Hijau ini bisa diputus, supaya juga tidak menyebar ke wilayah - wilayah lain.

"Harapannya testingnya semakin bagus harapannya kita mampu menyasar preventif supaya tidak ada penyebaran - penyebaran ke tempat yang lain," ungkap Sutiaji kembali.

Pria kelahiran Lamongan ini juga telah memerintahkan dinas kesehatan untuk menelusuri darimana awalnya 18 orang warga perumahan terkonfirmasi positif Covid-19, saat mengikuti shalat tarawih pada pertengahan Ramadhan 1442 Hijriah lalu.

"Saya hanya minta puskesmas untuk mencari penyebab awalnya darimana, apakah penyebab yang sakit pertama itu. Setelah di tracing sudah ketemu apa belum, karena ini menurut saya penting. Supaya tidak terjadi tranmisi penularan ke yang lain, sama dilaporkan jenisnya, jenis mutasinya, jenis mutasi yang mana, virusnya ini virus mana," terangnya.

Dari sana langkah antisipasi bisa dilakukan supaya tidak ada lagi klaster - klaster penyebaran yang berlebih kembali. Tak hanya itu, Sutiaji juga telah memerintahkan menutup aktivitas ibadah di Masjid Al Waqar selama 14 hari. Sambil dilakukan penutupan proses sterilisasi terus akan dilaksanakan oleh puskesmas dan BPBD.

"Saya tidak ingin ada klaster - klaster yang berlebihan, sehingga kebijakan dari pemerintah Alhamdulillah sudah dilaksanakan oleh masyarakat juga. Penutupan sementara tempat ibadah selama 14 hari, sambil sterilisasi ini juga harus dimaklumi dan dipahami ke seluruh masyarakat," paparnya.

"Kalau tempat ibadah di sini ditutup, harapan kami jangan berpindah ke tempat ibadah yang lain. Dikhawatirkan orang - orang ini akan membawa virus ke masyarakat yang lain, dan ini perlu pemahaman seluruh masyarakat. Saya mohon untuk menyadarkan orang-orang yang masih tetap ngotot melakukan itu," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini