Ketika bertemu seseorang yang pintar, dia harus berguru dengannya sampai semua ilmu dapat dikuasai. Dalam setiap tindakannya harus mengutamakan kepentingan umum dibanding keinginannya sendiri.
Selama hidupnya dia harus terus menimba ilmu, dan berhati-hati dalam setiap tindakannya. Ingatannya jernih dan kuat, bicaranya lembut dan ramah sehingga hati orang tertarik, dan penguasa akan menghargainya.
Penampilan dan sikap tubuhnya tidak boleh tercela. Tubuhnya harus indah seperti Batara Asmara(dewa cinta) yang turun ke bumi. Ketika seseorang melihatnya, mereka akan berpikir ‘alangkah bagusnya apabila dia ikut perang’. Tidak boleh ada anggota tubuh yang cacat. Warna kulitnya seperti emas mentah; kepalanya agak besar; rambutnya lurus dan panjang.
Matanya berkaca-kaca; alisnya seperti daun imbo; bulu matnya seperti bunga tanjung; hidungnya mancung dan tegak, mempunyai kumis tipis; bibirnya seperti mangga masak; giginya hitam dan berkilat seperti macan kumbang, dada dan bahunya lebar.
Berdirinya harus tegap dan gagah. Apapun yang dia katakan akan berkesan bagi siapapun di sekitarnya, dan pendapatnya didukung banyak orang.
Dia menggenakan celana chindi dan kain dodot berwarna hijau tua dengan motif gadong eng’ukup; sabuknya renda emas. Kerisnya bergaya satrian, dan pegangannya bergaya tung’gaksmi. Sumping (tiruan bunga yang digantung ditiap telinga) terbuat dari emas, dan berpola sureng pati (berani mati); di ibu jari kanannya dia mengenakan cincin emas.
(Sazili Mustofa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.