Menurut Budi, kepala daerah harus ditegur jika positivity rate 25% atau 30%. Artinya, testing di daerah dipastikan kurang. “Tapi tegur kalau positivity ratenya 25%, 30%, itu pasti kurang testing. Pasti banyak orang yang sakit tidak teridentifikasi. Banyak orang-orang sakit yang bisa menulari sehingga banyak yang jadi wafat.”
“Lebih baik kita bisa identifikasi yang benar, kemudian kita pasang langkah-langkah perbaikan,” ujarnya.
Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Lebaran, Menkes: Bed Isolasi Masih 200%
Ia pun meminta semua pihak terutama kepala daerah dan juga di Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan testing dalam rangka menemukan kasus Covid-19.
“Jadi lebih baik kepala Ddaerah dan saya di Kementerian Kesehatan, kita lihat angkanya seperti apa dan kita bisa lakukan perbaikan. Daripada kita lengah, intelnya lengah, kemudian teroris yang masuk tidak terkontrol. Sehingga banyak rakyat kita yang wafat,” tuturnya.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.