LQ Indonesia Lawfirm Dampingi Para Nasabah Asuransi Jiwa Kresna untuk Mendapatkan Haknya

Fitria Dwi Astuti , Okezone · Rabu 19 Mei 2021 11:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 19 1 2412193 lq-indonesia-lawfirm-dampingi-para-nasabah-asuransi-jiwa-kresna-untuk-mendapatkan-haknya-vH6F2rtagP.jpg Foto: Dok Freepik

JAKARTA – LQ Indonesia Lawfirm terus berkomitmen untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan keadilan. Kali ini dilakukan dengan mendampingi sejumlah nasabah PT Asuransi Jiwa Kresna yang mengadu telah menderita kerugian akibat ulah perusahaan asuransi tersebut.

Salah satunya adalah mendampingi keluarga nasabah berinisial RS yang tidak dapat mencairkan tabungan berjangka miliknya meski sudah jatuh tempo. Saat mengajukan klaim pencairan, RS sangat membutuhkan uang tersebut untuk biaya pengobatan. Tragisnya, hingga RS meninggal dunia uangnya tak kunjung cair, bahkan hingga hari ini.

Putri mendiang RS mengungkapkan kesedihan sekaligus kekecewaanya saat dijumpai Tim Advokat LQ Indonesia Lawfirm di rumah duka. “Bukankah asuransi untuk melindungi di saat orang sulit? kenapa ini Kresna yang katanya diawasi OJK, namun makan banyak korban jiwa dan dibiarkan saja oleh pemerintah? di mana rasa keadilan?,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Advokat LQ Indonesia Lawfirm Saddan Sitorus mengatakan adanya dugaan kecurangan dan penipuan perlindungan konsumen atas tidak cairnya dana tabungan berjangka yang dijanjikan. Selain RS, ia mengungkapkan nasabah lainnya yang hingga meninggal dunia tidak dapat melakukan pencairan dana.

"Sudah dua orang klien kami, meninggal akibat Direksi Asuransi Jiwa Kresna yang mencurangi konsumennya dengan tidak mencairkan dana yang sudah jatuh tempo. Hak klien kami ditahan-tahan oleh oknum Direksi dan Pemilik Asuransi Jiwa Kresna padahal sudah ada perjanjian jelas tertera di buku polis,” katanya.

Adapun nasabah lainnya yang meninggal dunia adalah WL. Dari keterangan mendiang putri WL yang berinisial AS, didapat informasi bahwa akibat gagal bayar oleh Asuransi Jiwa Kresna telah mempengaruhi keluarga untuk dapat memberikan pengobatan sebagaimana mestinya hingga akhirnya nyawa WL tidak dapat diselamatkan.

 BACA JUGA:  Bongkar Dugaan Mafia Kasus, LQ Indonesia Lawfirm Minta Presiden Jokowi dan Jaksa Agung Turun Tangan

Menanggapi karut marut persoalan asuransi ini, Saddan juga menyayangkan sikap OJK yang ia nilai kurang tegas dalam menindak perusahaan asuransi nakal dan merugikan masyarakat. “OJK layaknya "macan ompong" dan tidak melakukan apapun untuk melindungi masyarakat yang menjadi korban Kresna. Apa gunanya Otoritas Jasa Keuangan? Di mana otoritasnya, sebaiknya dibubarkan saja. Sudah makan nyawa rakyat Indonesia ini." tuturnya.

Lebih lanjut, kata Saddan, sebenarnya OJK punya wewenang untuk melakukan gugatan dan menuntut agar perusahaan Asuransi Jiwa Kresna yang diawasinya untuk mengganti kerugian, namun hingga kini nihil. "Terlihat jelas absennya pemerintah dalam penanganan kasus Asuransi Jiwa Kresna" ujarnya lagi.

Sementara itu ungkapan kemarahan dan kekecewaaan juga dilontarkan oleh nasabah lainnya berinisial H. Ia tidak menyangka uang hasil jerih payah yang ia simpan selama ini ternyata hilang sia-sia. "Saya beli asuransi Kresna karena beranggapan aman karena diawasi OJK, namun ketika masalah terjadi OJK ternyata tidak ada fungsinya," tuturnya kecewa.

Ia bahkan menuding Direktur Utama Asuransi Jiwa Kresna Kurniadi Sastrawinata dan Michael Steven pemilik Asuransi Jiwa Kresna hidup dalam kemewahan di atas penderitaan nasabah yang menjadi korban jiwa.

Ungkapan kekecewaan datang dari S, salah satu nasabah yang juga mengaku telah menjadi korban penipuan Asuransi Jiwa Kresna. Oleh karena itu, ia mengajak para nasabah lain yang merasa dirugikan untuk bersatu dalam sebuah aksi damai.

“Seluruh korban Kresna di bawah komando LQ untuk turun aksi damai ke istana untuk minta perhatian presiden selaku kepala negara. Sudah dua orang meninggal dunia jadi korban Kresna, mau berapa lagi meninggal sebelum pemerintah melek? Saya sudah berkali-kali mediasi dengan OJK, Percuma OJK bilang mereka tidak ada wewenang, hanya fasilitator, seharusnya rubah nama saja jadi FJK "Fasilitator Jasa Keuangan," kata S gusar.

Masih kata S, rencanannya dalam aksi damai nantinya akan diisi dengan orasi, dan juga doa bersama serta menyalakan lilin sebagai tanda berkabung, keprihatinan dan solidaritas. “Aksi damai dan doa bersama para korban Kresna yang akan dikoordinir oleh LQ perlu dilakukan, kami mau doakan dua korban meninggal, menyalakan lilin di Istana Presiden. Minimal kami punya hati untuk perjuangkan hak kami. Saya dan AS pun sudah menyurati Menkopolhukam, semua cara kami tempuh untuk memperjuangkan hak kami,” tuturnya.

Sementara itu Sugi, Kepala Divisi Humas dan Marketing LQ Indonesia Lawfirm menyatakan bahwa saat ini pihaknya sedang menyusun rencana aksi damai tersebut. “ Nantinya, aksi keprihatinan para nasabah ini akan digelar di kantor OJK dan depan Istana Negara. Akan hadir dalan aksi ini antara lain para nasabah Asuransi Jiwa Kresna, lawyer, LSM dan awak media. Adapun titik aksi yakni di Istana Presiden dan kantor OJK.

“Mari Korban Kresna yang mau ikut dalam aksi damai bisa menghubungi LQ untuk informasi lebih lanjut,” ujar Sugi.

Dr Bambang Hartono, dari LSM Sikat Mafia menilai rencana aksi para nasabah Asurani Jiwa Kresna yang dimotori oleh LQ Indonesia Lawfirm sebagai langkah tepat agara Presiden Joko Widodo dan OJK mengetahui masalah ini. “Bagaimana Presiden Joko Widodo yang bijak, bisa kecolongan dan tidak melihat bagaimana perusahaan Asuransi Jiwa yang Terdaftar di OJK yang seharusnya melindungi korban dari resiko sakit dan meninggal justru malah mencurangi masyarakat,” ucapnya.

Untuk itu Bambang mengusulkan agar para korban Asuransi Jiwa Kresna untuk bersatu mengadakan aksi damai dan memenuhi istana agar kepala negara mengetahui bahwa rakyat yang susah karena pandemi Covid-19, semakin susah akibat ulah oknum Asuransi Jiwa Kresna.

"Jika memang pemilik dan direksi tidak punya uang karena kesulitan keuangan, masih bisa dimaklumi. Lah, ini Kurniadi dan Michael Steven hidup dalam kemewahan, anak mereka saja bisa kuliah di luar negeri dan investasi di perusahaan-perusahaan baru. Ini kan jelas-jelas di siang bolong pemilik dan Direksi Kresna menampar muka pemerintah, baik kepala negara maupun OJK dengan terang-terangan melancarkan modus gagal bayarnya dan pemerintah diam saja dilecehkan oleh para oknum,” ujarnya.

Sejak adanya pengaduan dari masyarakat, LQ Indonesia Lawfirm langsung bergerak cepat menindaklanjuti proses hukum terkait kasus ini. Advokat Soerya Alirman, SH dari LQ Indonesia Lawfirm memberikan keterangan bahwa sudah ada dua laporan polisi yang telah diproses di Subdit Fismondev Polda Metro Jaya. "Diharapkan agar kedua laporan polisi ini dapat segera diproses agar para korban mendapatkan kepastian hukum,” tuturnya.

Indonesia Lawfirm juga terbuka bagi nasabah Asurani Jiwa Kresna lainnya yang mengalami kerugian maupun masyarakat luas yang memerlukan bantuan jasa kaonsultasi hukum dengan langsung menghubungi Hotline LQ Indonesia Lawfirm di 0817-489-0999 untuk konsultasi Gratis. CM

Advokat Soerya Alirman, SH dari LQ Indonesia Lawfirm memberikan keterangan bahwa sudah ada 2 Laporan Polisi dijalankan terhadap Asuransi Jiwa Kresna, di subdit fismondev, Polda Metro Jaya. "Diharapkan agar kedua Laporan Polisi ini dapat segera diproses agar para korban mendapatkan kepastian hukum."

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini