Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dubes RI Sebut 149 Warga Singapura Terinfeksi Covid-19 Mutasi B1617 dari India

Binti Mufarida , Jurnalis-Rabu, 19 Mei 2021 |12:17 WIB
Dubes RI Sebut 149 Warga Singapura Terinfeksi Covid-19 Mutasi B1617 dari India
Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Duta Besar (Dubes) RI Untuk Singapura, Suryopratomo mengungkapkan saat ini sebanyak 149 orang Singapura teridentifikasi terinfeksi Covid-19 mutasi B1617 dari India.

Suryopratomo mengatakan penemuan kasus ini terjadi sejak 10 bulan terakhir tidak ditemukan kasus Covid-19 di Singapura. “Jadi memang Singapura sejak 10 bulan terakhir boleh dikatakan tidak ada kasus utama penularan di dalam komunitas,” katanya dalam dialog secara virtual dari kanal BNPB, Rabu (19/5/2021).

Sebelumnya, kata Suryopratomo di Singapura memang telah terjadi pelonggaran terakhir pada 28 Desember lalu dimana memperbolehkan 8 orang bersama untuk berjalan keluar rumah. “Tetapi kalau dibandingkan dengan tahun lalu, memang pelonggaran itu tidak dilakukan sekaligus melalui beberapa fase. Di awal Juni, orang hanya boleh diberikan untuk bisa keluar rumah berjalan 2 orang. Kemudian fase kedua di akhir Juni itu 5 orang. Dan yang terakhir 28 Desember itu 8 orang.”

Namun, setelah pelonggaran pada 8 Mei 2021 ditemukan kasus Covid-19 mutasi B1617 di Changi dan di rumah sakit Tan Tock Seng. “Nah, yang mengejutkan memang 8 Mei yang lalu tiba-tiba temukan kasus dan ini kaitan dengan varian B1617 yang terjadi, yang mengejutkan itu terjadi di Changi. Dan kemudian di rumah sakit Tan Tock Seng,” kata Suryopratomo.

“Ini yang membuat kaget pemerintah Singapura. Ada dua cluster yang jumlahnya cukup besar, yang sampai saat ini total sekarang yang terinfeksi itu mencapai 149 orang,” kata Suryopratomo.

“Yang mengejutkan lagi kemarin ada anak berusia 2 tahun juga terinfeksi Covid-19 varian yang baru ini,” ungkap Suryopratomo.

Tetapi satu yang membuat juga kaget, kata Suryopratomo, mengapa orang yang sudah divaksin karena memang di Changi dan mudah Rumah Sakit adalah orang yang pertama kali mendapatkan vaksinasi tetap bisa tertular.

“Nah ini yang memberikan pelajaran kepada kita semua dan pemerintah Singapura, memang sejak awal sudah dikatakan vaksinasi itu bukan obat manjur yang membuat orang tidak bisa terinfeksi, tetap berpotensi untuk terinfeksi,” kata Suryopratomo.

Tetapi, kata Suryopratomo, orang yang sudah di vaksinasi ini lebih kuat sehingga kemudian tidak menyebabkan kondisi yang lebih parah dan bahkan meninggal. “Inilah yang terjadi, ada 149 orang yang kemudian terinfeksi tetapi kondisinya tidak parah. Dan mereka sekarang menjalani karantina dan apa isolasi yang sangat ketat,” paparnya.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement