PBB Desak Israel-Palestina Menahan Diri, Hormati Ketenangan di Kompleks Masjid Al-Aqsa

Susi Susanti, Koran SI · Sabtu 22 Mei 2021 10:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 22 18 2413890 pbb-desak-israel-palestina-menahan-diri-hormati-ketenangan-di-kompleks-masjid-al-aqsa-swu6XiPrcy.jpg Juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric (Foto: Reuters)

NEW YORK – Juru bicara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) PBB Antonio Guterres, Stéphane Dujarric mengatakan Israel dan Palestina harus "menahan diri" dan status quo di situs suci harus dihormati.

“Dalam situasi ini, baik pemimpin politik, pemimpin agama memiliki tanggung jawab untuk berbicara menentang siapa pun yang mengganggu perdamaian. Dan kita semua harus berdiri teguh melawan hasutan dan kekerasan, terutama di lingkungan yang tegang,” terang Dujarric saat briefing di New York.

Tidak jelas apa yang memicu kekerasan pada Jumat (21/5) di kompleks Masjid Al-Aqsa. Polisi menembakkan granat setrum dan gas air mata, dan warga Palestina melemparkan batu setelah ratusan orang ikut serta dalam demonstrasi perayaan di mana mereka mengibarkan bendera Palestina dan Hamas. Polisi Israel mengatakan mereka menangkap 16 orang.

Seperti diketahui, pertempuran antara Israel dan militan Palestina di Gaza dimulai pada 10 Mei setelah berminggu-minggu meningkatnya ketegangan Israel-Palestina yang memuncak dalam bentrokan di al-Aqsa, sebuah situs suci yang dihormati oleh Muslim dan Yahudi.

(Baca juga: Pemimpin Iran Desak Negara Muslim Dukung Militer dan Keuangan Palestina)

Hamas, kelompok militan Palestina yang menguasai Gaza, mulai menembakkan roket setelah memperingatkan Israel untuk menarik diri dari situs tersebut, memicu serangan udara balasan.

Menurut kementerian kesehatan Gaza, setidaknya 248 orang, termasuk lebih dari 100 wanita dan anak-anak, tewas. Israel mengatakan pihaknya menewaskan sedikitnya 225 militan selama pertempuran itu. Hamas belum memberikan angka korban bagi para pejuang.

Di Israel 13 orang, termasuk dua anak dan seorang tentara Israel, tewas, kata layanan medisnya.

(Baca juga: Lawan Politik Netanyahu Pertanyakan Motif Penyerangan Israel ke Gaza)

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini