Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Satgas Sebut Masyarakat Tak Perlu Khawatir Berlebihan soal Mutasi Covid-19

Riezky Maulana , Jurnalis-Sabtu, 22 Mei 2021 |11:50 WIB
 Satgas Sebut Masyarakat Tak Perlu Khawatir Berlebihan soal Mutasi Covid-19
Foto: Illustrasi Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi menuturkan, mutasi varian baru Covid-19 adalah hal yang alamiah. Dia pun meminta masyarakat tidak terlalu khawatir yang berlebihan.

"Mutasi virus itu proses alamiah dan kita tidak perlu kemudian khawatir berlebihan," kata Sonny dalam diskusi virtual Polemik Trijaya bertajuk Varian Baru Covid-19," Sabtu (22/5/2021).

Baca juga:  Virus Corona Inggris, India, dan Afsel Sudah Masuk Indonesia, Ketahui Bahayanya

Akan tetapi, sedikitnya ada empat hal yang harus diperhatikan secara seksama. Pertama, jika varian Covid-19 berdampak terhadap kemampuan PCR untuk mendeteksi apakah positif dan negatif, maka itu bisa terjadi false negatif. Sonny pun mengklaim sampai dengan hari ini hal tersebut belum berpengaruh.

"Hal yang kedua, apakah dengan mutasi virus tingkat penularannya menjadi lebih tinggi? Pada beberapa laporan, untuk varian B117 asal Inggris, memang diperkirakan 50 persen lebih menular daripada virus yang asli dan lebih berbahaya. Tetapi kan belum ada bukti ilmiahnya," ujarnya.

Baca juga:   Waspada Varian Baru Virus Corona, Kemenkes Minta Warga Tunda Mudik

Lalu kemudian yang ketiga, apakah mutasi Covid-19 memiliki dampak pada keparahan penyakit, pihaknya belum bisa menjawab detil dan pasti. Hal itu dikarenakan masih dalam proses pengamatan ilmiah.

"Mutasi virus berdampak terhadap efikasi vaksin atau efektivitas vaksin, ini menurut laporan yang ada, varian B117 dari Inggris ini berpotensi menurunkan kemampuan antibodi dalam menetralisir virus," tuturnya.

Dia menjelaskan, varian baru Covid-19 yang saat ini paling menjadi perhatian adalah B1351 yang berasal dari Afrika Selatan. Menurut dia, berdasarkan beberapa laporan, varian tersebut juga memiliki karakteristik melemahkan efektivitas vaksin.

"Tetapi walaupun demikian kita belum ya menerima hasil kajian resmi, ini kan masih dalam pengamatan dan perkiraan," pungkasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement