Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KPK Kembali Selidiki Dugaan Korupsi di Papua

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Sabtu, 22 Mei 2021 |23:15 WIB
KPK Kembali Selidiki Dugaan Korupsi di Papua
ilustrasi: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal kembali menyelidiki dugaan korupsi yang terjadi di Papua. Pasalnya, lembaga anti-rasuah itu telah menerima sejumlah laporan dari masyarakat terkait berbagai dugaan korupsi di wilayah Papua.

(Baca juga: Breaking News! Massa Menyerang Kapolda Papua di Rumah Duka Wagub Klemen Tinal)

Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan, saat ini pihaknya sedang menindaklanjuti laporan-laporan tersebut. Tindaklanjut itu dilakukan dengan mengumpulkan data hingga memintai keterangan para pihak yang berkaitan.

"Menindaklanjuti laporan masyarakat, saat ini KPK benar sedang melakukan pendalaman lebih lanjut dengan melakukan pengumpulan sejumlah data dan permintaan keterangan pada pihak-pihak terkait adanya dugaan korupsi di wilayah Papua," kata Ali melalui pesan singkatnya, Sabtu (22/5/2021).

(Baca juga: Eksekutor Napi Cebongan Serda Ucok Bergabung ke Satuan Telik Sandi?)

Namun Ali masih belum dapat menjelaskan lebih detail laporan dugaan korupsi di tanah Papua tersebut. Ia hanya memastikan, laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pengadaan, penerimaan suap dan gratifikasi.

"Adapun dugaan korupsi tersebut diantaranya terkait pengadaan, suap dan gratifikasi. Saat ini, KPK belum dapat menyampaikan materi dari kegiatan dimaksud," ungkap Ali.

"Setiap perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut pada waktunya nanti, setelah seluruh kegiatan selesai dilakukan," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam), Mahfud MD mendapat laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Intelijen Negara (BIN) bahwa ada 10 dugaan kasus korupsi terbesar di Papua. Laporan itu akan segera ditindak dengan langkah hukum.

"Kita sudah menentukan 10 korupsi terbesar, baik laporan dari BPK maupun hasil temuan BIN. Kita sudah punya 10 korupsi besar dan ini akan dilakukan penegakan hukum," ujar Mahfud saat konferensi pers, Rabu, 19 Mei 2021.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement