Dari jumlah ini satu orang meninggal dunia, satu orang sembuh dua orang proses penyembuhan, dua orang menjalani isolasi mandiri (isoman), sisanya menjalani perawatan di fasilitas kesehatan darurat Covid-19 (FKDC) Asrama Haji DIY di Sinduadi, Mlati, Sleman.
“Langkah ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,” terangnya.
Agung menjelaskan, dari dua RT ini, RT 1 berada di zona orange, karena ada tiga rumah yang positif Covid-19 dan RT 2 di xone merah, karena ada sembilan rumah yang postif Covid-19. Jumlah warga RT 1 dan RT 2 Ngaglik sendiri ada 300 orang. Untuk hasil swab PCR ini diperkirakan baru diketahui setelah tiga hari pemeriksaan.
“Karena itu sambil menunggu hasil swab PCR keluar, warga harus menerapkan prokes dengan ketat,” pungkasnya.
Kasus COVID-19 di Sleman hingga Sabtu (22/5/2021) pukul 14.30 WIB, terkonfirmasi tercatat ada 15537 kasus. Meliputi dirawat 766 kasus, sembuh 14316 kasus dan meninggal dunia 455 kasus. Dari jumlah ini 9774 bergejala dan 5763 tanpa gejala.
(Awaludin)