India Laporkan 9.000 Kasus Infeksi Langka 'Jamur Hitam'

Susi Susanti, Koran SI · Senin 24 Mei 2021 09:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 18 2414502 india-laporkan-9-000-kasus-infeksi-langka-jamur-hitam-2sYvFNrOlv.jpg India catat 9.000 kasus infeksi langka 'jamur hitam' (Foto: Reuters)

INDIA - India telah melaporkan lebih dari 8.800 kasus "jamur hitam" (black fungus) yang mematikan dalam epidemi penyakit yang terus meningkat.

Infeksi yang biasanya jarang terjadi, yang disebut mukormikosis, memiliki tingkat kematian 50%, dengan beberapa hanya dapat diselamatkan dengan mengeluarkan mata.

Tetapi dalam beberapa bulan terakhir, India melihat ribuan kasus yang memengaruhi pasien Covid-19 yang pulih.

Dokter mengatakan ada kaitannya dengan steroid yang digunakan untuk mengobati Covid-19. Penderita diabetes berada pada risiko tertentu.

Para dokter mengatakan kepada BBC tampaknya serangan itu terjadi 12 hingga 18 hari setelah pemulihan dari Covid-19.

Negara bagian barat Gujarat dan Maharashtra telah melaporkan lebih dari setengah kasus yang dilaporkan. Setidaknya 15 negara bagian lagi telah melaporkan antara delapan dan 900 kasus. Menyusul peningkatan kasus, 29 negara bagian India telah diberitahu untuk menyatakan penyakit itu sebagai epidemi.

Bangsal yang baru dibuka untuk merawat pasien yang menderita penyakit di seluruh negeri pun langsung penuh dengan cepat.

(Baca juga: Kereta Gantung Jatuh dari Ketinggian 300 Meter, 14 Orang Tewas)

Di Rumah Sakit Maharaja Yeshwantrao yang dikelola pemerintah dengan 1.100 tempat tidur di pusat kota Indore, India, jumlah pasien telah melonjak dari delapan pada minggu lalu, menjadi 185 pada Sabtu (22/5) malam.

Dr VP Pandey, kepala departemen kedokteran rumah sakit, mengatakan kepada BBC, mengatakan lebih dari 80% pasien membutuhkan operasi segera.

Dr Pandey mengatakan rumah sakit telah mendirikan 11 bangsal dengan total 200 tempat tidur untuk merawat pasien jamur hitam.

"Lonjakan pada pasien ini jelas tidak terduga," katanya.

"Kami biasa melihat satu atau dua kasus setahun sebelumnya,” lanjutnya.

(Baca juga: Pria yang Coba Serang Imam Masjidil Haram Mengklaim Sebagai Imam Mahdi)

Dia memperkirakan setidaknya ada 400 pasien yang mengidap penyakit itu di Indore saja.

“Infeksi jamur hitam sekarang menjadi lebih menantang daripada Covid-19. Jika pasien tidak dirawat tepat waktu dan tepat, maka angka kematian bisa naik hingga 94%. Biaya pengobatan mahal, dan obat-obatannya terbatas. pasokan],’ terang Dr. Pandey.

Dokter mengatakan amfoterisin B atau "ampho-B" adalah suntikan intravena antijamur yang harus diberikan setiap hari hingga delapan minggu kepada pasien yang didiagnosis dengan mukormikosis. Ada dua bentuk obat yang tersedia: amfoterisin B deoxycholate standar dan amfoterisin liposomal.

Dr Pandey mengatakan dia telah mengumpulkan data tentang 201 pasien dari empat rumah sakit di kota itu.

Mayoritas pasien telah pulih dari Covid-19 dan adalah laki-laki. Kebanyakan dari mereka telah diobati dengan steroid, dan semuanya memiliki kondisi yang mendasari, terutama diabetes.

Sebuah studi terpisah oleh empat dokter India telah mengamati lebih dari 100 kasus pasien Covid-19 yang terjangkit mukormikosis. Ditemukan 79 di antaranya adalah laki-laki, dan 83 di antaranya menderita diabetes.

Studi lain terhadap 45 pasien jamur hitam di dua rumah sakit Mumbai menemukan bahwa semuanya adalah penderita diabetes atau didiagnosis diabetes saat masuk rumah sakit. Mereka semua memiliki kadar gula darah yang sangat tinggi.

"Tidak ada pasien mukormikosis yang gula darahnya normal," jelas Dr Akshay Nayar, seorang ahli bedah mata yang telah merawat sejumlah pasien, kepada BBC.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini