Kekeringan Mulai Melanda, Petani Sumbawa Barat Diimbau Jaga Lahan dengan Asuransi

Karina Asta Widara , Okezone · Selasa 25 Mei 2021 22:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 1 2415542 kekeringan-mulai-melanda-petani-sumbawa-barat-diimbau-jaga-lahan-dengan-asuransi-xFGhPHU1ug.jpg Foto: Dok Kementan

SUMBAWA BARAT -Kekeringan mulai dirasakan petani Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, di musim tanam kedua. Agar terhindari dari kerugian, para petani diminta memanfaatkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, kekeringan bisa menjadi ancaman serius untuk pertanian.

"Potensi gagal panen sangat besar saat kekeringan melanda. Oleh sebab itu, selain menyiapkan water management, petani juga kita ajak untuk mengasuransikan lahan, khususnya AUTP," katanya, Selasa (25/5/2021).

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Ali Jamil, menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut.

"Asuransi pertanian adalah bagian dari mitigasi bencana yang akan membantu petani menghindari kerugian akibat gagal panen," tuturnya. 

 Ali menambahkan, jika gagal panen terjadi, asuransi akan mengeluarkan pertanggungan.

 "Pertanggungan yang diberikan sebesar Rp6 juta per-hektare untuk lahan yang telah diasuransikan. Dengan jumlah tersebut, petani tidak akan rugi. Petani pun tetap memiliki modal untuk tanam kembali," ucapnya. 

 BACA JUGA: Kementan Minta Petani Indramayu Manfaatkan AUTP untuk Antisipasi Gagal Panen

Sementara Direktur Pembiayaan Ditjen PSP, Indah Megahwati, mengatakan proses untuk mengikuti asuransi pertanian tidak sulit. Menurutnya, untuk mempermudah proses pendaftaran, petani bisa bergabung dalam kelompok tani.

“Selain itu, kita berharap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dapat segera mengarahkan dan mengingatkan petugas lapangan (PPL) untuk segera mendaftarkan petani menjadi peserta AUTP pada Musim Tanam April- September ini pada khususnya, agar petani terlindungi dan mendapatkan manfaatnya jika terjadi kegagalan dalam usaha tani padi,” katanya.

Salah satu wilayah di Sumbawa Barat yang telah merasakan dampak dari kekeringan adalah Kecamatan Sekongkang. Menurunnya curah hujan sejak beberapa hari terakhir menjadi penyebab utama bahkan saat ini kondisi tanahnya sudah mulai retak-retak.

“Memang laporan yang kami terima dari PPL setempat kondisi lahannya sudah mulai retak akibat akibat kekeringan. Kami juga sudah menyiapkan mesin pompa air untuk membantu petani setempat karena masih ada sumber air yang bisa dimanfaatkan,” ucap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), melalui Kabid Tanaman Pangan, Syaiful Ulum.

Fenomena alam yang terjadi di musim tanam kedua sangat berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan di minggu terakhir Mei belum turun hujan baik intensitas ringan maupun sedang. 

Selain menyiapkan sarana mesin air dan minyak, pihaknya juga meminta agar masyarakat bisa ikut program AUTP Karena manfaat dari program ini sangat besar jika petani mengalami gagal panen maupun kendala lain. 

“Kami tetap mendorong petani agar mengikuti program asuransi pertanian karena manfaatnya sangat besar. Jika petani tidak mau berkorban dan berharap bantuan pemerintah maka hasilnya tidak maksimal karena anggarannya terbatas,” tuturnya. CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini