Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pembangkangan Para Romo di Jerman, Berkati Kaum Homoseksual hingga Izinkan Pengkhotbah Wanita

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Selasa, 25 Mei 2021 |07:56 WIB
Pembangkangan Para Romo di Jerman, Berkati Kaum Homoseksual hingga Izinkan Pengkhotbah Wanita
Pembangkangan Romo di Jerman (Foto: BBC)
A
A
A

JERMAN - Ketika suara lonceng gereja sayup-sayup menghilang berganti dengan suara organ, Romo Jan Korditschke berjalan menuju altar untuk memimpin misa. Ini adalah ritual ibadah yang sangat biasa dilakukan dalam ibadah Minggu umat Katolik.

Tapi ada perasaan gugup di antara para jemaat. Sesuatu yang sangat tak biasa akan terjadi.

Romo Korditschke mengatakan bahwa setiap orang yang ingin mendapat pemberkatan harus berdiri.

Sebagian besar jemaat berdiri, termasuk sejumlah pasangan sesama jenis.

Saat harpa mulai dimainkan, pastor mulai bergerak mengelilingi aula gereja. Dengan tenang ia mengatakan kepada jemaat yang berdiri, apa yang ingin didoakan. Kemudian ia mengangkat kedua tangannya di atas kepala jemaat yang tertunduk dan mulai membisikkan kalimat doa.

Banyak air mata umat tumpah saat Romo Korditschke berdoa. Sebab, bagi umat Katolik lesbian dan gay di sini, itulah pertama kalinya mereka merasa diterima secara penuh setelah seumur hidup beribadah ke gereja.

"Ini sangat memilukan, dan saya menyadari bagaimana terlukanya perasaan saya," kata Sangha, satu dari umat yang hadir. Ia bersama Frieda, pasangan lesbiannya selama 25 tahun.

(Baca juga: Konflk Israel-Palestina, Bagaimana Rasanya Hidup di Jalur Gaza?)

"Selama 49 tahun, saya tak pernah mendapat penerimaan. Tapi akhirnya, orang-orang mulai mengatakan: Tak apa-apa kamu berada di sini,” jelasnya.

  • Vatikan membuat umat Katolik liberal terkejut

Matthias, yang terlahir sebagai Katolik dan diberkati bersama pasangannya, Thomas, mengaku tak pernah punya persoalan untuk pergi ke misa. Tapi pernyataan-pernyataan dari para pemuka Katolik telah membuatnya mempertimbangkan untuk meninggalkan gereja.

"Saya sering bertanya-tanya apakah saya bisa bertahan di gereja yang tak menginginkan saya. Tapi gereja 'sesungguhnya' ada di sini, berdiri di atas tanah ini, memulihkan keimanan saya lagi,” terangnya.

Pada Maret lalu, Vatikan mengeluarkan pernyataan tegas yang menekankan bahwa pasangan sesama jenis "berdosa" seraya menggarisbawahi larangan bagi pastor untuk memberkati pasangan sejenis.

(Baca juga: Misteri Makam Berusia 73 Tahun Dibongkar, Ungkap Sebab Kematian, Agen Mata-mata atau Putus Cinta)

Pemberkatan kepada pasangan sesama jenis adalah sesuatu yang sangat individual, kadang-kadang dilakukan oleh pastor yang memiliki pemikiran liberal - tapi sampai saat ini jarang muncul ke publik.

Pernyataan terbuka dari Vatikan ini telah mengejutkan umat Katolik liberal di Jerman. Sebagai respons dari pernyataan itu, ribuan pastor, biarawati, dan jemaat paroki meluncurkan sebuah kampanye bernama Liebe gewinnt (Cinta menang), untuk menjelaskan secara terbuka bahwa LGBTQ diterima di gereja.

"Saya merasa marah, dan malu, karena menurut saya itu merupakan pernyataan yang menyakitkan," kata Romo Korditschke.

Dia adalah satu dari 120 pastor di Jerman yang secara terbuka menentang larangan Vatikan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement