"Memangnya dia siapa sih Pak?,"tanya Guntur.
"Ho, ho rahasia ... Pendek kata cantik tidak? ... boleh bandingkan dengan pacar-pacarmu, kalau memang kau punya!".
Si Mas Tok ini, menuturkan pula bagaimana dirinya tak jarang menjadi sekretaris istimewa atau pelayannya perpustakaan kepresidenan. Terutama di saat Soekarno sedang mempersiapkan pidato kenegaraannya.
Baca Juga : Kisah Bung Karno, Sholat Jumat dan Vivere Pericoloso
Sang Bapak selalu memanggil Mas Tok, seraya menyebut nama penulis atau judul buku, hingga Guntur harus pontang-panting menyiapkan buku referensi bagi bapak tercintanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)