Kuburan Massal Ditemukan di Bawah 'Kamp Neraka Nazi', Tampung 500 Tengkorak Wanita dan Anak-anak

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 28 Mei 2021 17:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 28 18 2416886 kuburan-massal-ditemukan-di-bawah-kamp-neraka-nazi-tampung-500-tengkorak-wanita-dan-anak-anak-Zms7IOX0yx.jpg Ratusan tengkorak dan tulang belulang wanita dan anak-anak ditemukan (Foto: Mikhail Segodin)

RUSIA - Penggali telah menemukan ratusan tengkorak dan tulang belulang lainnya di bekas kamp konsentrasi Nazi Dulag-191 di barat daya Rusia, tempat sebanyak 8.500 orang tewas selama Perang Dunia II.

Tulang hingga 500 wanita dan anak-anak digali di bekas kamp penjara yang mengerikan di barat daya Rusia yang diyakini sebagai kamp konsentrasi Nazi.

Dulag-191 di Luzhnikovo, wilayah Voronezh dekat perbatasan Ukraina menampung puluhan ribu orang selama perang, dengan 8.500 diperkirakan tewas di sana.

Video mengerikan menunjukkan alat berat ekskavator menggali tulang di daerah yang pernah diduduki oleh tentara Hitler.

Kepala regu pencarian Mikhail Segodin mengatakan mayat yang ditemukan kebanyakan adalah wanita dan anak-anak.

"Perkiraan korban tewas sekitar 500 orang,” terangnya.

"Dilihat dari sisa-sisa yang digali sejauh ini kami melihat luka tembak, trauma tumpul - dengan kata lain, patah tulang. Hanya gigi yang tetap utuh di antara kerangka yang ditemukan,” lanjutnya.

(Baca juga: Dubes Palestina untuk Indonesia: Butuh Gerakan Politik untuk Palestina)

“Sebagian besar tulang tubular bertahan, tetapi seringkali hanya gigi yang tersisa dari tengkorak,” jelasnya.

“Satu-satunya hal yang dapat dikatakan dengan pasti adalah bahwa hampir semua orang yang meninggal di sini masih muda,” ungkapnya..

"Kami tidak menemukan barang berharga apa pun, kecuali mungkin kotak rokok yang rusak akibat tembakan senjata,” terangnya.

Situs itu ditemukan berkat dokumen baru yang tidak diklasifikasikan dan foto udara yang diambil selama perang.

Arsip sejarah menunjukkan 8.500 orang tewas di Dulag-191.

Sejarawan lokal Viktor Strelkin berbicara dengan saksi mata penggalian tersebut.

"Saya diberitahu bahwa di lubang-lubang ini, tepat di bawah kaki orang-orang yang masih hidup, terbaring mati,” ungkap Strelkin.

(Baca juga: Perkosa dan Rampok 56 Wanita, Pria Afsel Divonis 1.088 Tahun Penjara)

8.500 orang diperkirakan telah dibunuh di kamp tersebut selama perang.

"Kadang-kadang mereka berbaring di tempat terbuka, atau ditutupi dengan 10 atau 15 sentimeter tanah, tetapi tanah itu melorot dan mayatnya terlihat lagi,” lanjutnya.

Sejarawan Viktor Strelkin mengatakan mayat-mayat itu terlihat saat tanah mulai mengendur.

Penemuan itu dikreditkan ke dokumen dinas rahasia yang tidak diklasifikasikan dan upaya pencarian oleh Komite Investigasi Rusia.

Narapidana diketahui telah membangun jalur Berlinka Nazi yang menghubungkan pasokan Jerman ke medan perang berdarah di Stalingrad. Voronezh adalah kota penting di sepanjang rute itu.

Kamp tersebut juga kemungkinan dapat dilacak pada pembersihan Stalin terhadap kelompok etnis Rusia.

Seperti diketahui, sistem kamp kematian yang signifikan dibangun untuk orang Ukraina, dengan jutaan orang terbunuh sebelum, selama, dan setelah Perang Dunia II. Wilayah Voronezh berbatasan dengan Ukraina.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini