Kepala Sekolah Bantah Terjadinya Kekerasan Seksual di SMA Selamat Pagi Indonesia

Achmad Saif Hajarani, iNews · Minggu 30 Mei 2021 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 30 519 2417546 kepala-sekolah-bantah-terjadinya-kekerasan-seksual-di-sma-selamat-pagi-indonesia-B8e68uI4id.jpg

MALANG – Kasus kekerasan seksual dilaporkan di terjadi di sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Batu, Jawa Timur. Namun, pihak SMA Selamat Pagi Indonesia membantah terjadinya kekerasan seksual tersebut.

SMA Selamat Pagi Indonesia menjadi pemberitaan setelah Komnas Perlindungan Anak melaporkan adanya dugaan kekerasan seksual yang dilakukan pemilik sekaligus pengelola sekolah terhadap belasan anak didiknya.

BACA JUGA: Lapor Polisi, Suami Murka Istrinya Ternyata Dihamili Mertua

Terkait kasus ini, kepala dinas perlindungan anak Kota Batu akan mendampingi pelapor melakukan visum ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim.

Sejauh ini pihak sekolah membantah telah terjadi kekerasan seksual di SMA yang terletak di Jalan raya Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu tersebut.

Kepala sekolah yang dihubungi melalui pesan WhatsApp membantah dugaan itu dan mengaku tidak mengetahui siapa yang memasukkan pelaporan dugaan tersebut dan apa motifnya.

Sementara itu, kepala dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga bencana Kota Batu menyebutkan pihaknya akan terus mendampingi pelapor. Rencananya pada Senin (31/5/2021) pihaknya akan mendampingi pelapor untuk melakukan visum di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim.

Dari laporan yang ada diketahui dugaan kekerasan seksual terjadi sejak 2016.

BACA JUGA: Pandemi Covid-19 Perburuk Momok Kekerasan Seksual

“Hari Senin kita mendampingi visum et repertum tiga anak di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur. Harapannya setelah terkumpul semua dokumen, Polda memiliki kebijakan apakah kasusnya dilimpahkan ke Polres Batu atau ditangani sendiri untuk kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan,” kata Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Batu Muhammad Forkan.

Menurutnya, para korban adalah alumni SMA Selamat Pagi Indonesia yang baru berani melaporkan kasus ini setelah mereka lulus dari sekolah tersebut.

Sebelumnya Komnas Perlindungan Anak melaporkan adanya dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh J-E, pemilik sekaligus pengelola SMA Selamat Pagi Indonesia terhadap anak didiknya. Laporan komnas perlindungan anak ini dilakukan di Polda Jatim pada Sabtu 29 Mei.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini