Tingkatkan Potensi Desa Wisata, Pemkab Bogor Butuh Kerja Sama BPD

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Selasa 01 Juni 2021 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 01 525 2418452 tingkatkan-potensi-desa-wisata-pemkab-bogor-butuh-kerja-sama-bpd-ELiZMDdCRZ.jpg Bupati Bogor Ade Yasin.

BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor mengatakan akan terus meningkatkan potensi desa-desa wisata di wilayahnya. Ada sebanyak 416 dari 436 desa yang memiliki peluang untuk dikelola potensi pariwisata maupun ekonomi lainnya, termasuk Desa Wisata Tugu Selatan, Cisarua yang belum lama ini dikunjungi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.

"Kita baru punya 35 desa wisata dan akan terus meningkatkan potensi itu, salah satunya dengan menyelenggarakan lomba desa wisata," kata Bupati Bogor Ade Yasin, kepada wartawan di Setu Plaza Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (31/5/2021).

BACA JUGA: Ade Yasin Minta Warga Luar Kota Tak Wisata ke Bogor: Percuma Pasti Diputar Balik

Menurut Ade Yasin, butuh kerja sama tidak hanya dengan pihak desa, tapi juga dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Pengelolaan oleh BPD lebih baik dari pada diserahkan ke swasta.

"Bisa oleh BPD atau lembaga desa lainnya, karena itu berpengaruh pada pendapatan desa," tambahnya.

Langkah ini juga bisa dilakukan dengan melibatkan semua masyarakat seperti kader PKK dan pemuda-pemudi. Untuk itu, kemauan dan keinginan warga untuk meningkatkan perekonomian desa perlu ditingkatkan.

"Pertama kita tingkatkan infrastruktur, kita benahi melalui Samisade, termasuk infrastruktur ke akses pariwisata. Kita harus lebih meningkatkan potensi ini tanpa merusak alam. Kalau desa wisata ini tidak merusak alam, hanya ditata dan dikelola saja. Jadi kita ingin setiap desa itu meningkatkan potensinya dan terlihat lebih indah ketika kita terus selenggarakan lomba desa wisata ini," ungkapnya.

BACA JUGA: Soal Sekolah Tatap Muka, Bupati Bogor : Belum Bisa

Saat ini, lanjut Ade Yasin, pariwisata alam memang paling dimintai. Karena, masyarakat dinilai sudah mulai jenuh dengan aktivitas di dalam ruangan.

"Orang mulai jenuh dengan aktivitasnya di dalam ruangan yang dibatasi, kalau di alam kan udara terbuka, namun tetap kami batasi dengan protokol kesehatan yang ketat, dengan menerapkan maksimal 50 persen dari kapasitas, wajib menjaga jarak dan memakai masker, sehingga lebih aman ketika berwisata di alam terbuka," tutup Ade Yasin.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini