Share

Bos Mafia yang Lakukan 100 Pembunuhan Dibebaskan, Tuai Kemarahan dan Kecaman

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 02 Juni 2021 09:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 02 18 2418753 bos-mafia-yang-lakukan-100-pembunuhan-dibebaskan-tuai-kemarahan-dan-kecaman-fNcoUHjvSh.jpg Bos mafia dibebaskan, tuai kemaran dan kecaman (Foto: Reuters)

SISILIA - Bos mafia Giovanni Brusca, yang melakukan kejahatan mengerikan termasuk melarutkan tubuh anak dalam air asam, telah dibebaskan dari penjara.

Dijuluki "pembunuh rakyat", Brusca telah mengakui perannya dalam lebih dari 100 pembunuhan, termasuk pembunuhan jaksa anti-Mafia Italia Giovanni Falcone.

Dia sekarang akan bebas bersyarat selama empat tahun.

Proses pembebasan ini dilakukan setelah Brusca diketahui menjadi informan, membantu jaksa memburu sesama mafia.

Pembebasannya setelah 25 tahun di penjara ini telah memicu kesedihan dan kemarahan di antara kerabat beberapa korbannya.

Istri dari salah satu pengawal yang terbunuh, Tina Montinaro, mengatakan kepada surat kabar Repubblica bahwa dia "marah".

"Negara menentang kami - setelah 29 tahun kami masih belum mengetahui kebenaran tentang pembantaian itu dan Giovanni Brusca, pria yang menghancurkan keluarga saya, bebas," terangnya.

(Baca juga: Aktivis Belarusia "Tusuk Leher" di Pengadilan dengan Pulpen)

Maria Falcone, saudara perempuan hakim, mengatakan dia "sedih" dengan berita itu tetapi undang-undang memberi Brusca hak untuk meninggalkan penjara.

Beberapa politisi Italia juga mengutuk pembebasan Brusca. "Setelah 25 tahun penjara, bos mafia Giovanni Brusca adalah orang bebas. Ini bukan 'keadilan' yang pantas didapatkan orang Italia," kata Matteo Salvini, pemimpin partai sayap kanan Liga.

"Itu adalah pukulan di perut yang membuat Anda terengah-engah," tegas Enrico Letta, pemimpin partai Demokrat kiri-tengah, mengatakan kepada stasiun radio Rtl 102,5 pada Selasa (1/6).

Seperti diketahui, Brusca, 64, adalah tokoh kunci dalam Cosa Nostra, kelompok Mafia Sisilia.

(Baca juga: Generasi Muda 'Sambut Dingin' Kebijakan Miliki 3 Anak)

Pada 1992, dia meledakkan bom yang menewaskan penyelidik anti-Mafia terkemuka Italia, hakim Giovanni Falcone, dalam salah satu kasus pembunuhan paling terkenal di negara itu.

Istri Falcone dan tiga pengawalnya juga tewas dalam serangan itu, ketika Brusca meledakkan setengah ton bahan peledak di bawah jalan dekat Palermo yang mereka tumpangi.

Serangan itu, yang diikuti dua bulan kemudian oleh pembunuhan rekan Falcone, Paolo Borsellino, mengguncang Italia dan menghasilkan undang-undang anti-Mafia baru yang keras.

Brusca telah mengakui perannya dalam lebih dari 100 pembunuhan.

Salah satu yang paling mengerikan adalah pembunuhan Giuseppe Di Matteo, 11, dari mafioso lain yang telah mengkhianatinya. Brusca menyuruh bocah itu diculik dan disiksa sebelum dia dicekik dan tubuhnya dilarutkan dalam asam. Akibatnya, keluarga anak itu tidak bisa menguburkannya.

Setelah penangkapannya pada 1996, ia menjadi saksi negara untuk mengurangi hukumannya. Dia membantu penyelidik melacak para gangster yang bertanggung jawab atas beberapa serangan Mafia pada 1980-an dan 1990-an.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(sst)

1
1

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini