Hal itu disikapi Keraton Surakarta, saat PB X meminta menantunya, yaitu Pangeran Wuryaningrat untuk keliling Nusantara, menyatukan tanah dari wilayah yang dikunjungi untuk ditaruh di tugu pergerakan kebangsaan, yang kemudian diberi nama Tugu Lilin, di wilayah Penumping.
Dr Sutomo yang mengatakan ”Van Sala begin de victory” yang artinya “Dari Solo kemenangan dimulai”.
“Ini fakta yang selalu disembunyikan, dan siputar balik dengan isu yang menyebut jika Keraton Surakarta itu anti demokrasi, feodalis, dan antek kolonial. Jadi betapa sejarah sangat diputar-balikkan, untuk kepentingan mereka yang ingin menjauhkan bangsa ini dari akar sejarahnya,” ungkap KGPH Puger ahli sejarah dokumen perpustakaan Karaton Surakarta.
Bahkan Pakoebowono X dengan lantang memerintahkan pengibaran bendera merah putih dalam ukuran raksasa, di depan Kamandungan Keraton Surakarta, disaat pecah pertempuran dengan tentara Belanda.(dody)
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.