Tak Sengaja Matikan Kulkas untuk Isi Daya Ponsel, 1.000 Vaksin Covid-19 Hancur

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 03 Juni 2021 17:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 18 2419672 tak-sengaja-matikan-kulkas-untuk-isi-daya-ponsel-1-000-vaksin-covid-19-hancur-X8wb4o3aTZ.jpg Vaksin Sputnik (Foto: Reuters)

BISHKEK - Hampir 1.000 vaksin Covid-19 yang perlu disimpan pada suhu di bawah 2 derajat Celcius harus dibuang setelah petugas kebersihan mencabut kabel kulkas untuk mengisi daya di telepon selular (ponsel).

Burul Asylbekova, seorang pejabat di Layanan Sanitasi dan Epidemiologi Negara Bagian Kyrgyzstan, mengatakan insiden itu terjadi di sebuah klinik di ibu kota Bishkek pada April lalu.

Menurut laporan media lokal, vaksin yang rusak adalah bagian dari pengiriman 20.000 dosis vaksin Sputnik V yang telah disumbangkan ke Kirgistan oleh Rusia.

Pasokan awal vaksin Sputnik perlu disimpan pada suhu -18 derajay Celcius, tapi para peneliti bergegas untuk menghasilkan versi yang dapat disimpan di lemari es domestic. Lalu pada Februari lalu mereka mengumumkan pengembangan versi baru yang tetap dapat digunakan pada suhu hingga 2 derajat Celcius.

Dikutip media lokal Khaljee Times, Menteri Kesehatan Alimkadyr Beishenaliyev mengatakan kepada wartawan bahwa salah satu pembersih klinik diyakini bertanggung jawab karena mencabut kabel kulkas dan membuat batch vaksin tidak dapat digunakan.

Beishenaliyev sendiri mendapat kecaman pada April lalu setelah mendukung obat tradisional yang berpotensi beracun untuk virus corona yang mengandung akar aconite.

(Baca juga: Tahanan Senegal Buron Setelah 10 Kali Kabur dari Penjara)

Aconite telah digunakan sebagai racun sejak zaman Kekaisaran Romawi. Beishenaliyev mengatakan obat virus corona yang mengandung akar aconite telah dirancang oleh Presiden Sadyr Japarov sendiri dan dibuat di kediaman Presiden.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pernyataan yang mengatakan obat itu, yang belum menjalani uji klinis, tidak dapat direkomendasikan untuk digunakan secara luas oleh penduduk.

Program vaksinasi Kyrgyzstan dimulai pada Maret lalu, tetapi ada resistensi yang signifikan di antara masyarakat Kyrgyzstan terhadap pasokan awal suntikan Sinopharm buatan China.

Sekarang setelah vaksin Sputnik Rusia tersedia di negara itu, ada lebih banyak penggunaan di masyarakat.

Kementerian kesehatan negara itu mengumumkan pekan lalu bahwa lebih dari 50.000 dari 6,5 juta warga Kirgistan telah menerima setidaknya satu dosis vaksin virus corona.

(Baca juga: Argentina Setujui Produksi Vaksin Sputnik V Rusia)

Program mereka meningkat setelah dilaporkan adanya 2.470 vaksinasi baru.

Menurut angka resmi, Kyrgyzstan telah mencatat 105.469 kasus dan 1.821 kematian akibat virus corona sejak awal pandemic. Namun pihak berwenang telah mengakui bahwa angka sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini