Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Komnas HAM Minta Penduduk Sipil di Papua Dipindahkan dari Zona Bahaya KKB

Erfan Maaruf , Jurnalis-Jum'at, 04 Juni 2021 |15:03 WIB
Komnas HAM Minta Penduduk Sipil di Papua Dipindahkan dari Zona Bahaya KKB
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (Foto: Fahreza Rizky)
A
A
A

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pihak berwajib memindahkan penduduk sipil dari kawasan zona berbahaya di Kabupaten Puncak, Papua. Di mana, lokasi tersebut kerap menjadi target keganasan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Komisioner Komnas HAM RI Beka Ulung Hapsara mengatakan, pemerintah daerah harus mengidentifikasi penduduk yang berada di lokasi tersebut untuk dipindahkan. Setiap penduduk juga harus dipastikan kebutuhan dasarnya.

"Memastikan penduduk sipil berada di zona aman. Selain memastikan pemerintah daerah mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan dasar warga," kata Beka Ulung Hapsara saat dihubungi MNC Portal, Jumat (4/6/2021).

Baca Juga:  Komnas HAM Periksa 19 Pegawai KPK Terkait Polemik TWK

Dalam upaya meredam terjadinya bentrok yang menimbulkan korban jiwa tersebut, pemerintah harus mengambil langkah dialog dengan KKB.

"Para pihak yang memiliki otoritas dan pengambil kebijakan terus mengupayakan jeda kemanusiaan dan dialog supaya suasana damai terbangun," jelasnya.

Diketahui, KKB semakin brutal. Mereka mengusai bandara dan terbaru menembak mati lima orang yakni kepala kampung dan para anggota keluarganya.

Baca Juga:  Datang ke Komnas HAM, Ketua WP KPK Akan Buka-Bukaan soal TWK

Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi, Kombes Pol Iqbal Alqudussy mengatakan, saat ini tim gabungan belum bisa menjangkau lokasi. Sebab, terjadi kontak tembak di sekitar Bandara Aminggaru Ilaga.

"Saat ini, korban masih berada di Eromaga, belum bisa dievakuasi," kata Kombes Pol Iqbal saat dikonfirmasi, Jumat 4 Juni 2021.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement