Share

81 Warga Rohingya Terdampar di Aceh, Petugas Berencana Dorong Kembali ke Laut

Agregasi BBC Indonesia, · Jum'at 04 Juni 2021 17:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 04 340 2420307 81-warga-rohingya-terdampar-di-aceh-petugas-berencana-dorong-kembali-ke-laut-9vbOtNypdN.jpeg Warga Rohingya terdampar di Aceh. (Foto: BBC News Indonesia)

SEBANYAK 81 orang etnis Rohingya tiba di Pulau Idaman, Kuala Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, Kamis (03/06) malam. Namun, kedatangan mereka baru diketahui warga sekitar pada Jumat (04/06) pukul 07.00 WIB.

Hal itu dituturkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, Ashadi Asa.

"Sebetulnya sudah tiba sejak tadi malam karena kapalnya kandas, tapi warga baru tahu tadi pagi. Sejauh ini kita sudah memberikan bantuan kemanusiaan," kata Ashadi kepada wartawan di Aceh, Hidayatullah.

Ashadi melanjutkan, kemungkinan besar 81 orang Rohingya yang terdiri dari pria, perempuan, dan anak-anak ini akan didorong kembali ke laut setelah diberikan bantuan makanan dan kebutuhan lainnya. 

Baca juga: Cerita Pengungsi Rohingya Terjebak di Pulau Terpencil di Tengah Laut: Seperti Hidup di Penjara Besar

Namun pihaknya masih menunggu kepastian rapat Forkopimda (forum koordinasi pimpinan daerah).

"Tujuan mereka sebenarnya ke Malaysia, tapi karena kapalnya kandas makanya tiba ke tempat kita. Kemungkinannya akan didorong kembali ke laut setelah diberikan logistik, tapi kepastiannya kita tunggu hasil rapat," kata Ashadi.

Pemberian bantuan tersebut diamini Jalaluddin selaku Kepala Desa Kuala Bagok, Kabupaten Aceh Timur.

"Kita sudah membantu berbagai bantuan makanan, tenda, dan lain sebagainya. Namun karena mereka belum di-swab kita tidak bisa mendekat," kata Jalaluddin, Kepala Desa Kuala Bagok.

Baca juga: 36 Pengungsi Rohingya di Aceh Dipindahkan ke Medan

Jalaludin mengatakan dirinya mendapat informasi bahwa awalnya ada 90 orang Rohingya yang berangkat dalam satu kapal. Namun sembilan di antara mereka sudah meninggal dan dibuang ke laut.

Ditambahkan Jalaluddin, dari keterangan yang didapatkan dari orang-orang Rohingya tersebut, mereka sudah berada di laut selama empat hari dengan tujuan Malaysia. 

Pada 2020, Aceh kedatangan hampir 400 warga Rohingya dalam dua gelombang. Namun, pada akhir Januari 2021, jumlah mereka hanya 112 orang lantaran sebagian besar telah kabur. 

Menurut Chris Lewa, direktur organisasi non-pemerintah Arakan Project, para pengungsi Rohingya ini ingin ke Malaysia.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

"Indonesia bukanlah negara tujuan. Namun Indonesia menjadi tempat transit karena tidak bisa mendarat di Malaysia atau tidak bisa sampai ke Malaysia," kata Lewa melalui sambungan telefon, pada Januari 2021.

Lewa menengarai peranan jaringan penyelundup untuk membawa para pengungsi Rohingya ke Malaysia.

Lewa juga memperkirakan akan ada kapal-kapal yang mengangkut komunitas Rohingya karena mereka tidak mau dipindahkan ke sebuah pulau yang dipakai sebagai kamp pengungsi.

Pulau bernama Bhasan Char tersebut memiliki luas 40 kilometer persegi yang dulu hanya digunakan nelayan sebagai tempat persinggahan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini