Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Lawan Kudeta Militer, Penyair Myanmar Dibunuh

Agregasi VOA , Jurnalis-Sabtu, 05 Juni 2021 |17:45 WIB
Lawan Kudeta Militer, Penyair Myanmar Dibunuh
Penyair Myanmar tewas dibunuh (AFP)
A
A
A

YANGON Penyair asal Myanmar Khet Thi tewas dibunuh karena ikut bergabung dengan gelombang protes yang mendukung para demonstran demokrasi dan menentang tindakan brutal militer dengan kata-kata.

Sebelum dia dibunuh, puisi-puisinya mencerca dengan fasih kudeta militer Myanmar. Ketika tentara melancarkan penumpasan atas perlawanan terhadap kudeta militer, dia meminta publik untuk berdiri tegak melawan apa yang dilihatnya sebagai ancaman terhadap eksistensial bagi masa depan negara itu.

“Kita harus berjuang untuk memenangkan pertempuran ini,” tulisnya. “Jika kita kalah, kita menjadi Korea Utara. Jika kita menang, kita menjadi Korea Selatan,” lanjutnya.

Bulan lalu, sejumlah polisi dan tentara mengepung rumah yang ditinggalinya bersama istri dan keluarganya di pusat kota Shwebo.

(Baca juga: Kisah 6 Pasien Covid-19 yang Meninggal karena Ditinggal Dokter dan Perawat)

Mereka menuduh penyair itu – yang membuat kue dan es krim untuk menghidupi keluarganya – merencanakan serangkaian ledakan bom, dan menuntut dia menyerahkan diri.

Hari berikutnya istrinya Chaw Su dipanggil ke rumah sakit di Monywa yang berjarak sekitar 80 kilometer.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement