Polisi Israel Tangkap dan Interogasi Aktivis Palestina

Susi Susanti, Koran SI · Senin 07 Juni 2021 07:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 07 18 2421130 polisi-israel-tangkap-dan-interogasi-aktivis-palestina-AtucxssNLB.jpg Aktivis Palestina ditangkap (Foto: Reuters)

ISRAEL - Pasukan keamanan Israel menangkap dan menginterogasi aktivis Palestina yang memainkan peran penting dalam protes pengusiran keluarga Palestina dari rumah di Yerusalem Timur.

Rekaman video menunjukkan Muna el-Kurd diborgol dari rumahnya di lingkungan Sheikh Jarrah.

Polisi mengatakan aktivis berusia 23 tahun itu dituduh berpartisipasi dalam kerusuhan.

Saudara kembar el-Kurd, Mohammed, juga diinterogasi setelah menyerahkan diri ke polisi. Keduanya kemudian dibebaskan.

Setelah penangkapan Muna el-Kurd pada Minggu (5/6), seorang juru bicara polisi Israel mengatakan petugas telah menangkap seorang tersangka "di bawah perintah pengadilan".

Rekaman yang diposting di media sosial pada pagi hari menunjukkan el-Kurd dengan borgol dikawal keluar dari rumahnya oleh pasukan keamanan Israel.

Dari properti, dia dan saudara laki-lakinya Mohammed telah menggunakan media sosial untuk membawa masalah potensi pengusiran paksa beberapa keluarga Palestina ke dunia internasional. Keluarga itu termasuk keluarganya sendiri, yang telah tinggal di Yerusalem Timur selama beberapa dekade.

(Baca juga: Menteri Media Arab Saudi: Pengumuman Haji Ditunda karena Mutasi Virus Corona dan Ketersediaan Vaksin Minim)

Mereka menghadapi pengusiran setelah pengadilan Israel memutuskan bahwa tanah itu milik organisasi pemukim Yahudi dalam kasus hukum yang sudah berjalan lama dan pahit. Kasus ini telah pindah ke Mahkamah Agung Israel, yang memungkinkan keluarga untuk mengajukan banding.

Menurut laporan, El-Kurd menyerahkan diri di kantor polisi beberapa jam setelah saudara perempuannya ditangkap setelah menerima panggilan polisi. Keduanya dibebaskan setelah diinterogasi.

Ayah mereka, Nabil el-Kurd, mengatakan kepada wartawan bahwa dia terkejut ketika pasukan keamanan Israel muncul di rumah keluarga itu dan "menggeledah seluruh rumah".

"Mereka tidak akan menakuti kami atau anak-anak kami," katanya.

Seperti diketahui, ketegangan di Sheikh Jarrah berperan dalam pertempuran baru-baru ini antara Israel dan kelompok militan Hamas.

Konflik bulan lalu selama sebelas hari telah menewaskan lebih dari 250 orang, kebanyakan dari mereka di Gaza, yang diperintah oleh Hamas.

(Baca juga: Tren 'Kaum Rebahan' Anak-anak Muda yang Lelah dengan Budaya Kerja Keras Tapi Gaji Pas-Pasan)

Bentrokan yang pecah di Sheikh Jarrah dan di kompleks masjid al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki berkontribusi pada suasana yang semakin meningkat dalam membangun konflik.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini