JAKARTA – Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengalami lonjakan kasus aktif virus corona. Penyebab naiknya kasus ini adalah kerumunan pada aktivitas ziarah kubur dan tradisi 'kupatan' yang berlangsung tujuh hari pascalebaran.
(Baca juga: Covid-19 di Kudus Melonjak, Panglima TNI dan Kapolri Turun Tangan)
Presiden Jokowi pun sudah memberikan arahannya untuk memberantas kasus Covid-19 di Kudus. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung bergerak cepat dengan turun langsung ke lapangan.
(Baca juga: Roy Suryo Minta Polisi Segera Tangkap Eko Kuntadhi dan Mazdjo Pray)
Okezone merangkum 5 fakta sinergi TNI-Polri dalam menangani kasus harian Covid-19 di Kudus.
1. Lipatgandakan Kekuatan TNI-Polri
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, pihaknya bersama Polri melipatgandakan kekuatan untuk menangani lonjakan kasus Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah, dan Bangkalan, Jawa Timur. Hadi mengakui saat ini daerah Kudus dan Bangkalan tengah menjadi sorotan lantaran mengalami lonjakan kasus corona.
(Baca juga: Berawal dari Ziarah dan Kupatan, Kudus Jadi Zona Merah Covid-19)
2. PPKM Mikro
TNI-Polri melakukan pendampingan disertai perkuatan agar kasus di sana bisa terkendali dengan membantu penerapan Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.
Hadi Tjahjanto menjelaskan, PPKM skala mikro adalah salah satu kunci untuk menekan angka kasus positif corona. PPKM adalah program yang berada di hulu yang berefek besar pada pengurangan beban rumah sakit yang ada di hilir.
"Karena di PPKM kita bisa melaksanakan tracing terhadap kontak erat dan setelah itu kita bisa mengetahui apakah positif ataukah tidak termasuk di PPKM kita juga bisa meningkatkan angka kesembuhan masyarakat dan menekan angka kematian," tuturnya.
3. Tracing untuk Putus Rantai Penularan
TNI-Polri memperkuat petugas untuk melakukan tracing. Hal ini diperlukan untuk memutus mata rantai penularan virus corona. Ia berharap pelaksanaan tracing yang diikuti dengan testing ini jumlahnya bisa tetap dipertahankan dengan baik.
4. Memperbanyak Tenaga Kesehatan
TNI-Polri juga melakukan pendampingan terkait dengan rumah sakit rujukan Covid-19. Kedua instansi tersebut juga mengerahkan tenaga kesehatan di rumah sakit yang membutuhkan sehingga tingkat keterisian di sana bisa ditekan.
"Termasuk juga apakah tenaga kesehatan di masing-masing rumah sakit di setiap kabupaten kurang, akan kita tambah dan juga membantu di tempat-tempat isolasi yang dibangun oleh kabupaten maupun kota madya," ungkap Marsekal Hadi.