Klaster Kudus Meluas, 5 Orang Positif Covid-19 di Miri Sragen

Agregasi Solopos, · Kamis 10 Juni 2021 19:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 512 2423278 klaster-kudus-meluas-5-orang-positif-covid-19-di-miri-sragen-yhKeEVqFvy.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SRAGEN — Kasus Covid-19 klaster Kudus meluas ke wilayah Kecamatan Miri, Sragen, Jawa Tengah. Sebanyak lima orang warga di wilayah Kecamatan Miri, Sragen, terpapar Covid-19 setelah pulang dari kunjungan ke keluarga besan di Kudus.

Di antaranya wanita berinisial S yang meninggal dunia pada Sabtu 5 Juni 2021 lalu. Dari kasus tersebut dilakukan tracing dan ditemukan empat orang lainnya terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab PCR.

Baca Juga:  14 Santri di Surabaya Positif Covid-19, Tertular dari Klaster Bangkalan

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto, munculnya Klaster Kudus di wilayah Miri saat sosialisasi edukasi protokol kesehatan dan penanganan Covid-19 di Kantor Kecamatan Plupuh, Sragen, Kamis (10/6/2021) siang. Munculnya klaster di Miri itu karena rombongan keluarga di sana yang ke Kudus dan setelah pulang dan empat orang yang positif terpapar Covid-19.

“Klaster dari Kudus ini harus diwaspadai karena merupakan varian Covid-19 baru yang mirip dari India. Varian B1617.1 itu kalau terkonfirmasi tidak mengalami gejala tetapi tahu-tahu brek. Jadi tolong pedomani PPKM [pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat] mikro itu. Apabila hajatan jangan sampai melanggar PPKM mikro itu. Hajatan harus siang hari dan maksimal hanya 2,5 jam serta jangan sampai terjadi kerumunan,” ujar Tatag yang juga Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen.

Sragen Zona Merah

Tatag menerangkan Sragen sekarang menjadi delapan besar daerah zona merah berisiko tinggi di wilayah Jawa-Bali. Dia menyampaikan status Sragen ini menunjukkan keprihatinan karena setiap hari selalu ada laporan di Whatsapp berupa kiriman pemakaman protokol kesehatan.

“Yang di Miri itu terus dilakukan tracing. Kemudian, di klaster pemandian jenazah di Gemolong juga bertambah dari delapan orang menjadi 10 orang yang terpapar Covid-19 per Kamis ini. Kemudian yang klaster lamaran, kami sudah meminta rencana hajatannya ditunda sampai benar-benar sembuh dan sudah disanggupi,” ujarnya.

Baca Juga: Epidemolog Usulkan Kudus Terapkan Karantina Wilayah

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, dr. Hargiyanto, saat ditemui Solopos.com, Kamis siang, menyampaikan keluarga di Miri itu pergi ke Kudus pada 28 Mei 2021 lalu kemudian ada satu orang meninggal dan dilakukan swab test dan hasilnya positif.

“Dari kontak erat Ny. S ini kemudian diperoleh ada empat orang positif berdasarkan swab PCR. Kemudian hasil tracing ada 31 orang dilakukan tes swab antigen dan hasilnya negatif. Jadi lima orang yang yang positif, termausk Ny. S yang meninggal itu,” pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini