Mentan Syahrul Perkuat Regenerasi Petani dengan Penerapan Smartfarming

Fitria Dwi Astuti , Okezone · Jum'at 11 Juni 2021 19:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 1 2423835 mentan-syahrul-perkuat-regenerasi-petani-dengan-penerapan-smartfarming-7zxSgrgsbN.jpg Foto: Dok Kementerian Pertanian

Buleleng-Dalam rangka memperkuat regenerasi petani, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak petani muda bergiat menerapkan teknologi smartfarming dalam pengembangan budidaya pertanian.

Pasalnya, pertanian berbasis teknologi memudahkan petani dalam berbudi daya yang lebih efisien sekaligus modern dalam upaya akselerasi produksi petani. 

"Petani Bali dan petani muda keren Bali adalah sesuatu lompatan yang kita coba lakukan untuk tidak saja membiarkan pertanian itu berjalan apa adanya sama dengan yang kemarin. Tidak berarti yang kemarin jelek tetapi kita harus ada loncatan untuk naik kelas dimasa pandemi ini," ujarnya pada acara "Program Millenial Smartfarming" di Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat (11/6/21).

Mentan mengatakan Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen menyiapkan SDM pertanian yang berjiwa wirausaha, oleh karenanya salah satu program utama Kementan dalam menjamin produktifitas, kontinyuitas dan ketahanan pangan adalah penumbuhan 2,5 juta pengusaha pertanian milenial sampai dengan 2024. 

"Hari ini pemuda millenial kita di Buleleng ini mencoba aplikasi bersama BNI yang kita support bersama dan ini sesuai arahan Bapak Presiden membangkitkan petani petani muda kita untuk bisa tertarik pada dunia pertanian, kita akan dorong ini, " tuturnya.

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana mengatakan pendapatan daerah Kab.Buleleng 64 persen bersumber dari sektor pertanian sehingga perlu terus di lakukan perbaikan tata guna pertanian yang baik sehingga pembagian lahan untuk pengembangan khusus hortikultura atau  pertanian jelas dan menciptakan pertanian berkelanjutan. 

 BACA JUGA:  Terancam Gagal Panen, Petani Jembrana Diminta Manfaatkan Asuransi Minimalisasi Kerugian

"Terima kasih Pak Menteri sudah sampai ke Buleleng dalam mendukung petani petani muda yang memiliki kapasitas dalam mengelola aktivitas proses bisnis pertanian dengan memanfatkan teknologi," katanya.

Bersamaan, Ketua Komunitas Petani Muda Keren (PMK), Gede Agung Wedhatama mengaku penggunaan smartfarming dengan  IoT mensupport pertanian  dari hulu sampai ke hilir.

" Terkait smartfarming ini kami memang dari petani muda keren mengempower, menstimulus teman teman kita untuk menggunakan IoT sebagai supporting aktivitas pertaniannya," katanya.

 Agung mengaku efisiensi bertani dengan penerapan smartfarming hampir 90 persen. Tidak hanya itu, aktivitas menyiram, memupuk, menyemprot biopestisida maupun hayati menjadi lebih murah dan efisien karena bisa dilakukan dari jarak jauh dan bisa lebih tepat sasaran.

"Harapannya smartfarming ini benar benar bisa menjadi solusi bagi petani kita, petani muda sehingga semakin banyak anak anak Bali yang semangat menjadi petani," ujarnya.

Turut hadir dalam acara ini Deputi 4 Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Mohammad Rudy Salahuddin, Deputi II Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud beserta jajaran eselon 1 Kementan.

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini