Kasus Covid-19 Melonjak, Ibu Kota Chile di Lockdown

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 11 Juni 2021 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 18 2423573 kasus-covid-19-melonjak-ibu-kota-chile-di-lockdown-YnDMGk9FDr.JPG Masker dipakaikan ke sebuah patung di jalanan ibu kota Chile setelah pihak berwenang memberlakukan lockdown menyusul melonjaknya kasus Covid-19, Santiago, Chile 10 Juni 2021. (Foto: Reuters)

SANTIAGO - Chile telah mengumumkan penguncian di ibu kota Santiago di tengah meningkatnya kasus Covid-19. Langkah ini dilakukan meskipun hampir 60% negara itu telah divaksinasi sepenuhnya.

Lebih dari delapan juta penduduk yang tinggal di dan sekitar ibu kota sekarang harus tinggal di rumah mulai Sabtu (12/6/2021).

Pada Kamis (10/6/2021), Chile melaporkan 7.716 kasus baru setiap hari, dengan sebagian besar infeksi berada di antara mereka yang belum sepenuhnya divaksinasi.

BACA JUGA: Chile Klaim Vaksinasi Sukses namun Angka Covid-19 Naik Lagi

Tempat tidur perawatan intensif mendekati kapasitas penuh, pejabat kesehatan memperingatkan.

Jose Luis Espinoza, presiden Federasi Nasional Asosiasi Perawat Chile, mengatakan anggotanya "di ambang kehancuran", lapor Reuters.

Sekira 58% dari 17,5 juta penduduk negara itu telah divaksinasi lengkap, dan sebanyak 75% telah menerima setidaknya satu dosis vaksin.

Tetapi para kritikus menuduh pemerintah terjebak dalam kemenangan atas peluncuran vaksin dan melonggarkan pembatasan virus corona terlalu cepat.

BACA JUGA: Anjing Ini Bertugas Mengendus Covid-19 Para Penumpang di Bandara

Perbatasan Chile telah ditutup dari Maret hingga November 2020. Tetapi setelah penguncian ketat telah menurunkan infeksi, keputusan diambil untuk membukanya kembali.

Warga Chile juga diberi izin liburan khusus untuk bepergian lebih bebas ke seluruh negeri selama liburan musim panas di belahan bumi selatan.

Restoran, toko, dan resor liburan dibuka untuk memulai ekonomi yang goyah.

Chile telah memiliki hampir 1,5 juta infeksi sejak pandemi dimulai, dengan lebih dari 30.000 kematian terkait Covid, menurut universitas Johns Hopkins di Amerika.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini