Dalam Sehari, Kasus Positif Covid-19 di Bantul Bertambah 107 Orang

Antara, · Senin 14 Juni 2021 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 13 510 2424562 dalam-sehari-kasus-positif-covid-19-di-bantul-bertambah-107-orang-BQdDdzJpLw.jpg Tes Swab Covid-19 di Bantul. (Foto: Antara)

BANTUL - Pasien konfirmasi positif terpapar Covid-19 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dalam sehari bertambah 107 orang, sehingga total kasus per Minggu, 13 Juni 2021 menjadi 15.478 orang.

Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Bantul menyatakan, tambahan kasus baru itu rinciannya dari Kecamatan Sanden 20 orang, Jetis 20 orang, Banguntapan 15 orang, serta Bantul 10 orang.

Selanjutnya dari Imogiri 8 orang, Kretek 7 orang, Kasihan 7 orang dan Pandak 5 orang, serta Srandakan dan Pleret masing-masing 4 orang. Sisanya dari Sewon 3 orang, dan Pundong, Pajangan, Dlingo dan Piyungan masing-masing satu orang.

Baca juga: Covid-19 Naik Drastis, Anies: Jangan Sampai Jakarta Masuk Fase Genting!

Meski demikian, dalam periode tersebut terdapat pasien Covid-19 yang sembuh berjumlah 50 orang, dari Kecamatan Pandak 13 orang, Bantul 11 orang, dan Sewon 7 orang, serta dari Imogiri 6 orang, dan Bambanglipuro 4 orang.

Kemudian dari Kasihan 3 orang, Sanden dan Banguntapan masing-masing 2 orang, sisanya dari Pundong satu orang, dan Jetis satu orang. Dengan demikian total kasus pulih dari Covid-19 di Bantul secara akumulasi berjumlah 13.832 orang.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Presiden Jokowi Minta Kepala Daerah Terus Genjot 3T

Sedangkan untuk kasus positif Covid-19 yang meninggal dunia pada hari ini tercacat dua orang, dari Kecamatan Bantul dan Sedayu, sehingga total kasus kematian di Bantul sampai saat ini berjumlah 394 orang.

Dengan perkembangan kasus harian tersebut maka data pasien Covid-19 aktif domisili Bantul yang masih menjalani isolasi maupun perawatan dokter di beberapa rumah sakit rujukan per hari Minggu (13/6) berjumlah 1.252 orang.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Bantul Joko B Purnomo mengatakan, edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan Covid-19 harus terus dilakukan, agar tidak muncul kasus baru, kemudian komunikasi dengan camat sebagai Satgas Covid-19 kecamatan digalakkan untuk memantau kondisi perkembangan kasus.

"Begitu ada zona merah langsung turun ke bawah, ada kesulitan kita turun ke bawah, ada problem turun ke bawah, dan saya ditugaskan Bupati untuk turun ke masyarakat tidak ada urusan lain-lain, bagaimana Covid-19 ini bisa segera kita hadapi," katanya.

Meski demikian pihaknya juga mengajak bersama memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini