Ganjar: Varian Baru Corona dari India Sudah Masuk Kudus!

Taufik Budi, Okezone · Minggu 13 Juni 2021 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 13 512 2424429 ganjar-varian-baru-corona-dari-india-sudah-masuk-kudus-DSzOxLfewW.JPG Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (Okezone)

KUDUS – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan saat ini varian Covid-19 India atau B16172 ditemukan di Kudus. Temuan ini berdasarkan uji Genome Sequencing pada sampel pasien Covid-19 di Kudus.

“Maka ini serius untuk semuanya, jangan pernah melepas masker apalagi ketika kita berkerumun banyak orang,” tandas Ganjar, Minggu (13/6/2021).

Ganjar mengatakan, juga akan melakukan Genome Sequencing ke sejumlah daerah lain. Dia meminta masyarakat Jawa Tengah untuk membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19. Di Kudus, Ganjar mengusulkan agar ada gerakan 5 hari di rumah saja.

“Saya butuh dukungan masyarakat, kalau masyarakat tidak mendukung ini nanti kucing-kucingan terus. Ingat varian baru sudah masuk di Kudus. Catat itu, sudah masuk di Kudus,” kata Ganjar.

Soal varian ini, Ganjar mencurigai juga jadi faktor cepatnya penyebaran yang menyebabkan peningkatan kasus Covid-19 di wilayahnya dalam 3 pekan terakhir. Untuk Kudus, Ganjar mengusulkan gerakan 5 hari di rumah saja.

“Artinya kenapa penularannya cepat sekali maka masyarakat musti sadar betul. Saya mengusulkan kalau perlu lima hari semua di rumah saja,” tegas Ganjar.

Ganjar berharap, selama 5 hari tersebut para orangtua atau lansia hingga anak-anak tidak bepergian. Perkantoran juga mesti memperbanyak persentase karyawan yang Work From Home.

“Ini betul-betul kita harus bareng-bareng memotong Covid (di Kudus) ini agar bisa kita setop. Kita akan membantu, pusat juga akan membantu jangan kuatir, dan saya juga berkomunikasi dengan yang di sekitar Kudus, ada yang di Grobogan, ada yang di Demak, Pati, kita sampaikan semua,” ujarnya.

Ganjar mencontohkan kegiatan di rumah saja yang digencarkan di Kabupaten Grobogan. Ganjar berharap, pada pelaksanaannya benar-benar maksimal dan masyarakat hanya akan keluar jika memang keperluannya penting.

“Hari ini Grobogan juga sama, sehari ini di rumah saja mereka sepi. Maka kalau kita lihat, saya enggak tahu Anda wawancara aja orang-orang itu mau ke mana. Itu contoh-contoh saja menurut saya mereka tidak taat dan inilah yang mesti kita lakukan operasi yustisi,” tandasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini