Viral! Warga Gunungkidul Tolak Pemakaman Jenazah Mantan Danramil karena Positif Covid-19

Suharjono, Koran SI · Selasa 15 Juni 2021 04:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 15 510 2425188 viral-warga-gunungkidul-tolak-pemakaman-jenazah-mantan-danramil-karena-positif-covid-19-IMgkEIBi4i.jpg 2 orang yang dianggap provokator meminta maaf. (Foto: Suharjono)

GUNUNGKIDUL - Terjadi penolakan pemakaman jenazah positif Covid-19 oleh beberapa tokoh di Padukuhan Trengguno Lor, Kalurahan Sidorejo, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul. Kasus ini pun berbuntut panjang.

Para warga nekat menolak jenazah warga asli kampung yang juga mantan Komandan koramil Ponjong. Atas aksi tersebut, pihak keluarga  sempat meminta klarifikasi atas penolakan pemakaman terhadap jenazah hingga akhirnya dua provokator utama meminta maaf.

Dua provokator, Rohmadi (42) dan Sudiro yang tidak lain Ketua RT setempat menyampaikan pemintaan maaf kepada keluarga dan kepada masayarakat luas di kantor Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Ponjong.

Baca juga: 2 Maling Tepergok Curi Motor yang Ternyata Milik Polisi, Babak Belur Dihajar Warga

Dalam pernyataan yang dibacakan, mereka mengaku kurang pengetahuan tentang prosedur pemakaman jenazah Covid-19 hingga berani menolak pemakaman terhadap mantan anggota TNI yang pernah menjadi anggota Group 2 Kopasus Kandang Menjangan Kartasura tersebut. 

"Saya Rohmadi alias Mandra secara pribadi dan bersama-sama memohon maaf sebesar atas peristiwa tersebut karena kurangnya pemahaman kami terhadap pemakaman jenazah Covid-19," katanya didampingi Sudiro dan Kepala Desa Sidorejo Sidik Nur Syafei, Senin (14/6/2021).

Dalam pernyatannya, keduanya siap menerima konsekuensi atas sikap dan perilaku agar kasus serupa tidak terulang kembali. Dalam kesempatan tersebut keduanya menyebut tidak pernah ada sosialiasi tentang pemakaman jenazah Covid-19 dari pemerintah. 

Baca juga: Viral Emak-Emak Rusak Momen Romantis Pengantin Gegara Kejar Burung

Lurah Sidorejo Sidik Nur Syafe'i berjanji akan segera melakukan edukasi ke masing-masing padukuhan terkait pasien maupun informasi tentang pemakaman jenazah Covid-19.  Dengan demikian diharapkan warga masyarakat bisa mengetahui informasi tentang Covid-19.

"Sebenarnya sudah pernah dilakukan sosialiasi di tingkat Padukuhan oleh para Pamong. Tapi mungkin pak RT ini (Sudiro) tidak berangkat," kilahnya.

Dengan agenda permintaan maaf tersebut, semua pihak bisa menerima dan memahami sehingga kasus penolakan jenazah Covid-19 tidak lagi terjadi.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini