Dia menjelaskan, pemerintah bukan tidak berbuat apa-apa. Menurutnya, pemerintah melakukan kebijakan sudah berdialog dan meminta pendapat ulama seperti NU, Muhammadiyah, dan MUI.
“Namun masyarakat kita ini, apalagi di Bangkalan, kalau tokoh agama mencontohkan, dan bicara, mereka pasti ikut," ujarnya.
Dalam sesi diskusi dengan menghadirkan pakar kesehatan dari Universitas Airlangga Prof Abdurrahman, yang juga putera asli kelahiran Bangkalan, Madura, serta Kiai Imam Bukhori Kholil. Diskusi tersebut membahas banyak kiai sepuh, bahkan kiai muda wafat karena Covid-19.
Baca Juga : 14 Santri di Surabaya Positif Covid-19, Tertular dari Klaster Bangkalan
"Hal ini menjadikan pegangan pilar-pilar kehidupan kita bisa jadi goyah. Semua akibat umumnya karena virus Covid-19. Sehingga semua sepatutnya mengambil contoh menghindari penyakit thoun zaman Nabi dahulu, semata-mata dalam rangka menjaga jiwa," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.