Kasus Covid-19 Melonjak, Kabupaten Bangkalan Zona Merah

Lukman Hakim, Koran SI · Rabu 16 Juni 2021 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 519 2426040 kasus-covid-19-melonjak-kabupaten-bangkalan-zona-merah-QKvG3sLAw9.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

SURABAYA – Melonjaknya kasus Covid-19 di Bangkalan mengakibatkan kabupaten tersebut kini berstatus zona merah alias risiko tinggi penularan Covid-19. Data Dinas Kominfo Jawa Timur (Jatim) menunjukkan, pada Selasa 15 Juni 2021, ada penambahan sebanyak 75 kasus Covid-19 di Bangkalan. Penambahan tersebut merupakan yang tertinggi di Jatim.

Hingga kemarin, jumlah total kasus Covid-19 di Bangkalan sebanyak 2.384 kasus dengan jumlah kesembuhan 1.553 orang. Sedangkan yang meninggal dunia sebanyak 232 orang. Untuk kasus aktif mencapai 599 kasus. Jumlah tersebut juga merupakan yang tertinggi di Jatim.

“Kabupaten Bangkalan masuk zona merah. Ini update zonasi terbaru per 15 Juni kemarin,” kata Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril, Rabu (16/6/2021).

Kabupaten Bangkalan menjadi satu-satunya daerah di Jatim yang masuk zona merah. Di Jatim sendiri, 33 kabupaten/kota masuk zona oranye Covid-19. Kemudian, ada 4 kabupaten/kota yang masuk zona kuning Covid-19. Yakni Lumajang, Kabupaten Probolinggo, Sumenep, Pamekasan. Kasus aktif Covid-19 di Jatim hingga kini tersisa sebanyak 3.221 kasus.

“Indikator zonasi berdasarkan kasus, jumlah kematian dan kesembuhan,” kata Jibril.

Sebelumnya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan, Pemprov Jatim bersama Polda dan Kodam V Brawijaya serta tracer kabupaten Bangkalan melakukan tracing massal di daerah-daerah zona merah di Bangkalan.

Tracing massal ini untuk menemukan kasus-kasus positif yang diduga termasuk strain mutasi. Harapannya, dengan tracing dan isolasi cepat ini bisa semakin cepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Bangkalan.

Baca Juga : Pasien Covid-19 Melonjak, Stok Plasma Konvalesen di Bekasi Habis

Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya dan Polda Jatim untuk melakukan penyekatan di Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dengan Madura sejak tanggal 5 Juni 2021.

“Forkopimda Jawa Timur saat ini juga telah menggandeng para para kyai, tokoh agama maupun tokoh-tokoh masyarakat yang dipercaya oleh warga Bangkalan untuk menyampaikan pesan kewaspadaan dan mengajak warga untuk patuh pada protokol kesehatan. Kami juga meminta warga untuk ikut segera dalam program vaksinasi,” tandas Khofifah.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini