Gawat! Calon ASN Tulungagung Positif Covid-19 Bertambah Jadi 46 Orang

Solichan Arif, Koran SI · Rabu 16 Juni 2021 20:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 519 2426323 gawat-calon-asn-tulungagung-positif-covid-19-bertambah-jadi-46-orang-8KZWL57LYD.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

TULUNGAGUNG - Jumlah calon aparatur sipil negara (CASN) asal Kabupaten Tulungagung yang terpapar Covid-19 paska mengikuti latihan dasar (Latsar) kepegawaian di Surabaya, terus bertambah.

Dari sebelumnya 36 orang, jumlah CASN yang positif menjadi 46 orang. Sebelum kegiatan berakhir Selasa 15 Juni 2021, sebanyak 10 orang positif tambahan tersebut dipulangkan.

"Mereka langsung dirawat di RSUD Iskak Tulungagung," ujar Anggota Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung Dedi Eka Purnama kepada wartawan Rabu (16/6/2021).

Jumlah total CASN Tulungagung yang mengikuti Latsar secara bergelombang di Surabaya sebanyak 166 orang. Mereka adalah CASN yang lolos rekrutmen 2019 lalu. 

Baca Juga: 5.553 Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran hingga Malam Ini

Latsar selama 18 hari merupakan kegiatan wajib sebelum mereka bekerja di Pemkab Tulungagung. Sesuai ketentuan BKSDM, sepulang Latsar mereka diminta mengikuti swab test antigen secara massal. Hasilnya, sebanyak 36 orang dinyatakan positif Covid-19. Swab test antigen juga dilakukan kepada sopir bus pembawa rombongan.

Dari enam orang sopir bus, satu di antaranya juga dinyatakan positif. "Satu orang sopir bus juga positif," kata Dedi.

Sebanyak 36 orang CASN ditambah satu sopir bus, langsung dikarantina di gedung rusunawa yang selama ini menjadi lokasi isolasi. Selain 36 orang, ternyata ada tambahan 10 CASN yang hasil swab test antigennya juga positif.

Baca Juga:  Satgas Sebut Lonjakan Kasus Covid-19 Buntut Kepatuhan Prokes Kendor

Menurut Dedi, untuk CASN yang hasil swab testnya negatif diminta menjalani isolasi mandiri. Dengan pantauan ketat petugas selama lima hari mereka dilarang keluar rumah. Jika sewaktu-waktu timbul gejala yang mengarah, mereka diminta segera melapor.

"Kalau ada gejala segera melapor ke petugas," terang Dedi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini