Hadiah Ayam hingga Apartemen Mewah Rp14 Miliar Jadi Iming-iming Vaksinasi Covid-19 di Asia

Agregasi VOA, · Kamis 17 Juni 2021 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 18 2426571 hadiah-ayam-hingga-apartemen-mewah-rp14-miliar-jadi-iming-iming-vaksinasi-covid-19-di-asia-CU1KRYhSF2.jpg Iming-iming hadiah agar warga mau divaksin Covid-19 (Foto: Reuters)

Voucher belanja, penerbangan, dan apartemen baru senilai 10,8 juta dolar Hong Kong atau sekitar Rp 19,2 miliar adalah beberapa insentif yang ditawarkan dalam undian berhadiah bagi mereka yang telah divaksinasi.

Beberapa pelaku bisnis mengambil langkah tambahan, misalnya dengan menawarkan cuti berbayar bagi mereka yang telah divaksinasi. Namun, satu klub olahraga swasta malah menerapkan hukuman alih-alih hadiah. Klub tersebut menginstruksikan anggota stafnya untuk divaksinasi pada akhir Juni atau tidak akan mendapatkan bonus, promosi, dan kenaikan gaji di masa mendatang

Bahkan di negara-negara yang dilanda virus corona, seperti Indonesia, pihak berwenang telah berjuang untuk menghilangkan ketakutan akan vaksin.

Data resmi menunjukkan, Indonesia melaporkan lebih dari 1,9 juta orang terinfeksi virus corona dan 53.280 meninggal akibat virus itu. Studi terbaru dari sampel serum darah, bagaimanapun, menunjukkan penyebaran Covid-19 yang sebenarnya bisa 30 kali lebih tinggi.

"Saya takut kalua saya divaksinasi, saya akan langsung mati ... Kemudian ada berita yang lebih mengkhawatirkan bahwa vaksin ini mengandung babi," kata Asep Saepudin, 67 tahun, warga di Cipanas, Jawa Barat.

Pihak berwenang di Cipanas mengatakan sangat sulit untuk meyakinkan orang tua bahwa vaksin itu aman dan halal. Seperti di Thailand, otoritas juga mengiming-imingi hadiah ternak dan ayam untuk setiap lansia yang divaksinasi.

“Lansia tidak mau divaksin dengan berbagai alasan, ada yang bilang mau tapi tidak datang, bahkan ada yang takut,” kata Kapolsek Galih Aprian.

“Jadi kami menghadiahi (partisipasi mereka) dengan ayam,” lanjutnya.

Data Kementerian Kesehatan Indonesia menunjukkan hanya 5 persen atau 8,8 juta orang yang telah divaksinasi lengkap, masih jauh dari target 181,5 juta orang pada akhir tahun.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini