Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bandung Raya Siaga Satu, Menko PMK: Taruhan Kita Hanya Tinggal Disiplin atau Tidak

Fahreza Rizky , Jurnalis-Kamis, 17 Juni 2021 |10:56 WIB
Bandung Raya Siaga Satu, Menko PMK: Taruhan Kita Hanya Tinggal Disiplin atau Tidak
Menko PMK, Muhadjir Effendi (Foto: Biro Pers Setpres)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy meminta kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya di wilayah Bandung Raya, untuk lebih memperketat pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) 3M Covid-19.

Hal ini dikatakan Muhadjir menyusul penetapan status siaga satu waspada Covid-19 untuk wilayah Bandung Raya lantaran virus ini mengganas di daeeah tersebut.

"Ini harus menjadi perhatian semuanya untuk selalu menjaga protokol kesehatan, menjaga daya tahan tubuh, terutama yang bekerja di luar. Taruhan kita saat ini hanya tinggal disiplin atau tidak. Kalau tidak disiplin perkembangan Covid-19 akan tidak terkendali," ujar Muhadjir usai meninjau fasilitas dan pelayanan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung, Jabar, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (17/6/2021).

Berdasarkan pemetaan data Covid-19 wilayah Bandung, total kasus terkonfirmasi per-15 Juni 2021 sebanyak 21.021 dengan kasus konfirmasi aktif 1.272, sembuh 19.382 dan meninggal 367. Sedangkan, suspect dipantau 2.248 dan kontak erat dipantau 972.

Kondisi Covid di Indonesia semakin parah lantaran varian baru virus corona yang berasal dari India telah masuk ke Indonesia. Hal itu ditekankan agar dapat menjadi perhatian bersama dalam upaya mengantisipasi terjadinya penularan.

Muhadjir mengakui telah terjadi lonjakan kasus di beberapa daerah, terutama empat provinsi di Pulau Jawa termasuk salah satunya yaitu Jabar. Presiden Jokowi pun meminta perhatian khusus, mengingat hal itu terjadi disinyalir dampak dari arus mudik lebaran lalu.

"Sebagian akibat arus balik mudik karena banyak sekali pemudik yang bandel dan kembali ke daerah asal membawa Covid-19 kemudian menciptakan kluster keluarga. Ada juga kluster acara keluarga termasuk pesta pengantin dan kluster ziarah. Ini wilayah-wilayah yang sekarang menjadi pusat penyebaran Covid-19 akibat kluster ziarah," tuturnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement