Gibran Tolak Lockdown Se-Jawa: Tidak Fair, Situasi Solo Beda dengan Kudus

Septyantoro Aji Nugroho, iNews · Kamis 17 Juni 2021 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 512 2426581 gibran-tolak-lockdown-se-jawa-tidak-fair-situasi-solo-beda-dengan-kudus-SdKTFz5ELA.jpg Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Septyantoro)

SOLO - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menolak usulan pakar epidemiologi tentang karantina atau lockdown Se-Jawa. Menurut Gibran, situasi Covid-19 setiap daerah berbeda-beda, sehingga perlu penanganan yang berbeda pula. 

Gibran menanggapi usulan pakar epidemiologi dari Griffith University Australia Dicky Budiman yang bicara soal karantina wilayah. Menurut Dicky, karantina harus dilakukan serentak di Jawa agar kasus corona tak semakin menggila.

Baca juga: 100 Hari Jabat Wali Kota Solo, Apa Tantangan Terberat Gibran?

Dicky menjelaskan, saat ini lonjakan kasus terjadi karena adanya virus corona asal india varian Delta yang menyebar. Diperkirakan akan tetap ada lonjakan selama beberapa bulan ke depan.

Gibran lantas menolak usulan tersebut. Gibran mencontohkan, Kota Solo saat ini tengah dalam tahap pemulihan ekonomi. Jika karantina dilakukan Se-Jawa, Gibran khawatir perekonomian akan kembali turun. 

“Kalau lockdown Se-Jawa itu kurang fair, terutama ke kota yang tidak zona merah, Solo dalam fase pemulihan ekonomi, kalau lockdown turun lagi,” ujar Gibran.

Baca juga: Breaking News: Sejumlah Anggota DPR-Staf Positif Covid-19, Komisi VIII Lockdown

Gibran juga membandingkan kasus corona di Solo dengan Kudus yang mengalami lonjakan. Menurut Gibran kondisi penyebaran Covid-19 di solo jauh lebih baik.

“Kalau Kudus beda, kita situasinya beda, jangan semua total lockdown, susah. di Solo sudah baik kok, vaksinasi jalan, situasi kita sama Kudus beda, kita lebih sehat,” ujar Gibran.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini