JAKARTA - Tardigrades atau beruang air merupakan hewan kecil berkaki delapan yang hidup di perairan. Binatang berukuran 1,5 mm bisa ditemukan di hampir seluruh dunia mulai dari puncak Himalaya hingga di dasar samudera, dan dari kutub hingga di bagian ekuator.
Tardigrades paling suka berada di tempat berganggang dan disebut sebagai salah satu hewan terkuat didunia lantaran mampu bertahan dengan kondisi alam yang beku atau 0 derajat celcius, hingga mampu beradaptasi dengan kondisi ekstrem sehingga menjadi makhluk paling tidak bisa dihancurkan di Bumi.
Beruang air juga memiliki reputasi sebagai hewan yang mengandung kekuatan super biologis yang membuatnya dapat menunda kematian.
Institut Penelitian Kutub Nasional Jepang mengatakan bahwa para ilmuwan telah berhasil menghidupkan kembali hewan tardigrade yang berasal dari Antartika. Para ilmuan itu berhasil menghidupkan kembali hewan yang dibekukan selama 30 tahun.
Mereka mampu memperlambat atau mematikan aktivitas metabolisme untuk jangka waktu yang cukup lama.
Baca juga: Asyik Camping di Pinggir Danau, 2 Wisatawan Diserang Beruang
Menurut penelitian yang dipublikasikan di majalah Cryobiology, tardigrade ditemukan di antara tumbuhan lumut di Antartika pada tahun 1983. Mereka dipindahkan dan disimpan pada suhu minus 20 derajat Celsius, kemudian berhasil dicairkan pada Mei 2014, demikian dilansir dari The Independent, Jumat (18/6/2021).
Baca juga: Viral Aksi Heroik Wanita Selamatkan Anjing dari Serangan Beruang di Rumahnya
Hewan yang berhasil dihidupkan kembali itu mulai bergerak dan mengonsumsi makanan setelah dua minggu. Tardigrades juga menelurkan total 19 telur, dengan 14 di antaranya berhasil menetas.
Laporan itu juga memastikan bahwa tidak ada bayinya yang cacat setelah menetas. "Penelitian ini memperluas jangka panjang kelangsungan hidup pada spesies tardigrade secara signifikan," tulis laporan peneliti itu.
Diperkirakan tardigrade hidup karena produksi protein unik yang dapat mengunci komponen sel yang rapuh tetap pada tempatnya.