Dijelaskannya, sebelum Jepang masuk tahun 1920-1930, batik Ambarawa berjaya namun saat perang dunia kedua menjadi surut dan makin surut akhirnya menghilang. Sehingga, untuk membangkutkan lagi, ia menelusuri jejak batik Ambarawa.
Ia pun telah menemukan dua rumah bekas pabrik. Di situ, lanjutnya, masih terdapat bak penampungan untuk buat "nglorot" atau meluruhkan kain batik.
Dia juga ingin industri batik Ambarawa hidup lagi sehingga menggeliatkan perekonomian Ambarawa meskipun tidak sebesar dulu.
"Orang Ambarawa mempunyai kebangaan bahwa Ambarawa punya batik yang khas," tandasnya.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.