Gencatan Senjata Terancam, Israel Kembali Serang Hamas di Jalur Gaza

Agregasi VOA, · Sabtu 19 Juni 2021 05:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 19 18 2427559 gencatan-senjata-terancam-israel-kembali-serang-hamas-di-jalur-gaza-22TJgBXwBh.jpg Rumah penduduk di Jalur Gaza hancur setelah zionis Israel kembali menyerang Hamas.(Foto:VOA)

JALUR GAZA - Untuk kedua kalinya pekan ini sejak gencatan senjata yang rapuh mengakhiri 11 hari pertempuran maut bulan lalu, pesawat Israel menyerang Hamas di Gaza pada Kamis (17/6/2021) malam. Bom-bom balon diluncurkan dari wilayah kantong Palestina.

Kekerasan ini merupakan ujian awal bagi pemerintahan perdana menteri baru Israel Naftali Bennett, yang koalisinya mulai berkuasa pada hari Minggu yang lalu dengan janji akan berfokus pada isu-isu sosial ekonomi dan menghindari pilihan kebijakan sensitif terhadap Palestina.

Baca Juga: 50 Pesawat Tempur Israel Gempur Jalur Gaza, Seruan Gencatan Senjata Meningkat

Gencatan senjata yang di tengahi Mesir yang menghentikan pertempuran antara Israel dan militan Gaza, tampaknya tidak terancam langsung oleh serangan ini. Situasi tenang pada pagi hari setelah serangan udara Israel pada Kamis malam.

Kekerasan pada Rabu (16/6/2021) dan Kamis (17/6/2021) malam itu, menyusul pawai di Yerusalem Timur pada Selasa (15/6/2021) yang dilakukan kelompok-kelompok ekstrem kanan Israel, yang mengundang ancaman pembalasan oleh Hamas.

Baca Juga: Gaza Kembali Diserang, Hamas Nyatakan Siap Melanjutkan Perlawanan

Militer Israel menyatakan, pesawatnya menyerang kompleks Hamas yang dipersenjatai di Gaza. Militer menyatakan serangan-serangan itu, dilakukan sebagai tanggapan atas peluncuran balon-balon yang bermuatan bahan pembakar.

Dinas pemadam kebakaran Israel menyatakan, bom balon menyebabkan lebih dari 20 kebakaran di lahan terbuka di komunitas-komunitas dekat perbatasan Gaza sejak Selasa.

Radio Militer Israel pada hari Rabu (16/6/2021) melaporkan, Israel telah memberitahu para mediator Mesir bahwa keterlibatan langsung Hamas dalam peluncuran balon itu, akan membahayakan pembicaraan gencatan senjata jangka panjang. Para pejabat Israel tidak segera mengukuhkan laporan tersebut.

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini