Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ajaran Marhaenisme Warisan Bung Karno

Tim Okezone , Jurnalis-Minggu, 20 Juni 2021 |06:09 WIB
Ajaran Marhaenisme Warisan Bung Karno
Soekarno (Ist)
A
A
A

Soekarno ingin rakyatnya dapat terbebas dari eksploitasi pada masa penjajahan. Menurut Megawati Soekarnoputri, seperti dikutip dari Okezone.com teori marhaenisme dari ayahnya itu adalah teori progresif, revolusioner dan pesatuan.

Sepanjang tahun 1950 hingga 1965, ideologi marhaenisme dipegang oleh beberapa wadah selain PNI, yakni Gerakan Wanita Indonesia dan Persatuan Rakyat Marhaenis Indonesia. Kesemua wadah itu berperan aktif untuk membantu rakyat kecil.

Akan tetapi, marhaenisme memudar seiring dengan mundurnya Soekarno dari jabatan Presiden pada 1967. Meskipun demikian, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap relevan dalam kondisi Indonesia saat ini. Penduduk miskin yang tercatat di data BPS per September 2020 adalah 27,55 juta orang.

Baca Juga : Ketika Bung Karno Tiga Kali Minta Nasehat Kiai Wahab untuk Bebaskan Papua Barat

Soekarno telah mewariskan ideologi marhaenisme kepada generasi di bawahnya. Sudah menjadi tugas kita bersama untuk melanjutkan perjuangan Bapak Bangsa itu dalam menumpas kemiskinan. (diolah dari berbagai sumber/Ajeng Wirachmi/Litbang MPI)

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement