PPKM Mikro Dinilai Tak Efektif, Gubernur Banten Pertimbangkan Lockdown

Teguh Mahardika, Koran SI · Senin 21 Juni 2021 17:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 21 340 2428590 ppkm-mikro-dinilai-tak-efektif-gubernur-banten-pertimbangkan-lockdown-NkxrMl8gst.jpg Gubernur Banten Wahidin Halim (Foto: ist)

SERANG - Gubernur Banten Wahidin Halim mempertimbangkan untuk menerapkan lockdown usai terjadi lonjakan kasus Covid-19 di wilayah administratifnya. Dia menilai, lonjakan kasus ini adalah bukti bahwa Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tidak efektif

"(PPKM) enggak efektif, buktinya orang bolak balik, enggak efektif. Enggak efektif artinya orang keluar masuk, mudik diem-diem. Pulang dari sana bawa penyakit," kata Wahidin, Senin (21/6/2021).

Wahidin juga akan meminta saran terlebih dahulu terhadap pemrintah pusat terkait pola pengetatan yang harus diambil oleh pemerintah daerah termasuk kemungkinan penerapan lockdown. "(Pengetatan) Harus tetapi kita menunggu petunuuk pusat, lockdown, PSBB atau PPKM," katanya.

Jika kasus Covid-19 terus mengalami lonjakan signifikan, kata Wahidin, rumah sakit yang menanangani pasien Covid-19 akan kewalahan.

Baca juga: Dinilai Efektif Kendalikan Penyebaran Covid-19, PPKM Mikro di Banten Diperluas

Terlebih, saat ini keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di Banten sudah di atas 80 persen. Bahkan, BOR di Kota Tangerang sudah mencapai 90 persen.

"Kalau Kondisinya normal saja enggak ada peningkatan sedahsyat ini masih sanggup, kita kan ounya 3.700 kamar, kita siap. Cuma ini kan ada perkiraan yang melebihi tahun lalu, lompatan luar biasa," katanya.

Baca juga: Soal Klarifikasi ke Gubernur Banten Terkait Acara Rizieq, Ini Kata Polri

Dia mengaku kesal terhadap masyarakat yang tetap membandel memaksakan mudik dan berwisata saat libur Lebaran 202, sebab dampaknya terasa hari ini terjadi lonjakan kasus yang sangat signifikan.

"(Masyarakat) kagak pada nurut dibilanginnya, sudah enggak pada pakai masker kita lihat dimana-mana," katanya.

(fkh)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini