Hal ini dapat merubah tata perairan di bawah permukaan tanah kota yang sudah tidak menerima curahan air hujan tersebut. Pada tahun 1965 baru kemudian daerah banjir ini dialokasi dan dibuat rencana penanggulangan dalam master plan 1965-1985 yaitu dengan membuat waduk-waduk dan saluran kanal.
Hingga sekarang ini, Pemprov DKI terus berupaya mengatasi banjir dengan membuat waduk. Salah satunya waduk yang dibuat dekat Rusun Tegal Alur. Nantinya waduk ini memiliki kapasitas debit tampungan air dengan volume 6.045 m3 dan kedalaman 3 m. Dengan luas tampungan air 2.015 m2.
"Kegiatan pembuatan dan perapihan Waduk Rusun Tegal Alur oleh Sudin SDA Jakarta Barat di Jalan Lingkungan III Kawasan Tegal Alur," tulis Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam akun Instagramnya beberapa waktu lalu.
Kini di zaman milenial, banjir masih menjadi momok bagi sebagian besar warga Ibu Kota. Peran serta masyarakat menjaga lingkungan sangat diperlukan untuk mengatasi bencana banjir yang datang hampir setiap tahun.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.